Ceritanya, kampanye akbar itu telah mengundang puluhan ribu massa sampai turun ke jalan dan bikin macet Jalan Ngaliyan-Mijen. Hendrar yang dijadwalkan berorasi di panggung kampanye akbar turut kena macet di jalan itu, sekitar 5 km dari lokasi acara.
Biar bisa menembus kepadatan, Hendrar yang juga menjabat Ketua DPC PDIP Kota Semarang ini akhirnya keluar dari mobil kemudian dievakuasi menggunakan motor trail milik kelompok M-Trex. Para penggemar kegiatan offroad itu tak sengaja melintas di Jalan Ngaliyan-Mijen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam orasinya di depan sedikitnya 25 ribu orang, Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini sempat menyindir kasus hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos dan larangan Adzan yang sempat ditujukan ke pasangan capres dan cawapres nomor 01 Jokowi-Ma'ruf.
Hendrar juga menyoroti perkara surat suara tercoblos di Malaysia. Dia meyakini ada rekayasa dan 'grand design' untuk menyudutkan kubu Jokowo-Maruf.
"Kita tahu ada kabar tujuh kontainer isi surat suara tercoblos, tapi ternyata bohong. Ada lagi yang katanya nanti Jokowi melarang azan, tapi ternyata bohong lagi, dan ironisnya itu dilakukan oleh simpatisan kubu sebelah sendiri. Lagi yang terbaru, surat suara dicoblos di Malaysia, lagi didalami Polisi Malaysia, nanti jangan-jangan pelakunya pendukung 02. Gimana saudaraku, masih mau pilih yang tukang bohong," ujar Hendrar dalam orasinya.
Meski sempat diwarnai hujan dan gerimis selama hampir 2 jam, kampanye akbar di Semarang berlangsung meriah dan ramai. Massa terlihat membawa truk tronton yang sudah dimodifikasi menjadi panggung musik. (dmr/fea)