BPN Sebut Prabowo Tak Bermaksud Serang SBY di Debat

CNN Indonesia | Sabtu, 13/04/2019 23:34 WIB
BPN Sebut Prabowo Tak Bermaksud Serang SBY di Debat Capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto tak bermaksud menyerang Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat melontarkan pernyataan dalam debat Pilpres 2019.

"Jadi tidak ada maksud menyerang pak SBY.  Jadi ini soal (penerapan) Pasal 33 (UUD 1945)," kata Andre di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4) malam.

Menurut Andre, yang dimaksud Prabowo adalah pemimpin Indonesia sejak merdeka kurang berkomitmen menjalankan Pasal 33 UUD 1945. Ia menegaskan tak niat Prabowo menyerang SBY yang merupakan presiden sebelum Jokowi. 


"Bagaimana kita dari awal merdeka sampai sekarang, kita kurang konsisten, kurang komitmen dalam melaksanakan Pasal 33," ujarnya.

Politikus Gerindra itu justru menyalahkan Presiden Joko Widodo. Andre menyebut Jokowi tidak melanjutkan pondasi yang telah dibangun oleh SBY selama 10 tahun.

"Tapi yang penting pak Jokowi kita anggap gagal melaksanakan dan melanjutkan pondasi yang sudah diletakkan Pak SBY," tuturnya.

Andre menanggapi santai sejumlah elite Partai Demokrat yang meninggalkan arena sebelum debat berakhir. Menurut Andre, di dalam arena debat masih ada Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga putra SBY.

"Bang Hinca sama Mas AHY masih di dalam," ujarnya.

Andre lantas mengkritik Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Rachlan Nasidik yang langsung menulis status di akun twitter pribadinya. Menurut Andre, Rachlan tak paham cara berpolitik.

"Mungkin kurang paham, berpolitik itu kan harus komunikasi, enggak bisa reaktif dengan melakukan Tweet langsung. Surat SBY aja kami enggak respons dengan Tweet. Kami bikin komunikasi, masukan kami laksanakan," kata Andre.

Sebelumnya Prabowo menyatakan kesalahan ekonomi di Indonesia saat ini terjadi bukan semata karena kesalahan calon presiden petahana Jokowi. Prabowo menganggap kesalahan arah ekonomi yang mengakibatkan terjadinya deindustrialisasi adalah salah semua pihak. Termasuk presiden-presiden sebelum Jokowi.

"Saya terus terang saya tidak menyalahkan pak Jokowi. Ini masalah kesalahan kita sebagai bangsa dan sudah berjalan belasan hingga puluhan tahun lalu. Ini kesalahan besar presiden-presiden sebelum bapak. Kita semua harus bertanggung jawab. Benar itu pendapat saya," kata Prabowo.

Usai pernyataan ini, dua politikus Demokrat, Syarifuddin Hasan, Ferdinand Hutahaean dan Rachlan Nashidik keluar ruangan debat.

Tak lama kemudian Rachland yang juga Wakil Sekjen Demokrat mempertanyakan hal ini di akun twitternya.

"Pak Prabowo sebenarnya sedang berdebat dengan siapa? Kenapa justru Pak SBY yang diserang?" kata Rachland.

Wasekjen Demokrat Andi Arief juga mempertanyakan hal serupa.

"Belum ada serangan Pak Prabowo yang mantul ke Pak Jokowi. Malah nyerangnya ke Presiden sebelumnya yang gak hadir. Persis gebrak meja di saat Pak Jokowi gak ada. Ini diplomasi panggung," kata Andi. (fra/sur)