Prabowo Tertunduk Khidmat di Pusara Makam Ayahnya

CNN Indonesia | Minggu, 14/04/2019 20:38 WIB
Prabowo Tertunduk Khidmat di Pusara Makam Ayahnya Capres Prabowo Subianto meluangkan waktu masa tenang kampanye dengan berziarah ke makam ayahnya. (Foto: Dok. BPN Prabowo-Sandi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Presiden Prabowo Subianto mengisi kegiatan masa tenang kampanye dengan berziarah ke makam ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Selatan, Minggu (14/4).

Dengan menggunakan kemeja putih bercelana hitam, Prabowo khusyuk memanjatkan doa di pusara makam ayahnya.

Sedangkan Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan ibadah umroh ke kota suci Makkah Arab Saudi untuk mengisi kegiatan sebelum hari pencoblosan di pemilu 2019 ini. Sandiaga ditemani oleh kerabat-kerabat terdekatnya.

Direktur Luar Negeri Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro menjelaskan bahwa kegiatan ziarah itu merupakan aktivitas rutin Prabowo di sela senggangnya.


"Untuk mengisi waktu masa tenang kampanye ini, Pak Prabowo melakukan ziarah ke makam ayahnya yakni Pak Soemitro di TPU Karet Bivak. Kegiatan ziarah ini memang rutin dilakukan oleh Pak Prabowo untuk memanjatkan doa kepada almarhum orang tuanya, dan ini adalah tradisi yang kerap dilakukannya," ujar Irawan melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (14/4).
Prabowo Tertunduk Khidmat di Pusara Makam AyahnyaSandiaga Uno dan istrinya beribadah umroh (Foto: Dok. BPN Prabowo-Sandi)

Berbeda dengan Prabowo, Sandiaga meluangkan waktunya di masa tenang kampanye dengan bertolak ke Arab Saudi untuk beribdah umroh.

Irawan mengatakan Sandi sudah merencanakan kegiatan umroh sejak jauh hari. Sandi di Makkah berdoa meminta kelancaran dan kemudahan dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Untuk Pak Sandiaga Uno beliau melakukan ibadah umroh di tanah suci Makkah. Disana pak Sandiaga memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia selalu dijaga dan dilindungi serta dijauhkan dari perpecahan. Sehingga bangsa Indonesia selalu bersatu membangun negara," kata Irawan.
[Gambas:Video CNN] (tst/gil)