Jokowi Unggul di 2 TPS Penjara Koruptor Lapas Sukamiskin

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 16:11 WIB
Jokowi Unggul di 2 TPS Penjara Koruptor Lapas Sukamiskin Napi Tipikor Setya Novanto (tengah) menunjukkan surat suara saat mengikuti pencoblosan Pemilu 2019 di TPS yang berada di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, 17 April 2019. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung, CNN Indonesia -- Capres nomor urut 01 dalam Pilpres 2019 Joko Widodo (Jokowi) meraih suara terbanyak usai penghitungan suara di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Selain menjadi tempat pemenjaraan kasus pidana, Lapas Sukamiskin juga dikenal sebagai tempat memenjarakan para napi koruptor yang kasus hukumnya telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan petugas di TPS 65, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin mengumpulkan 172 suara. Sedangkan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengumpulkan 111 suara. Jumlah suara sah dan tidak sah yaitu 286.


Sedangkan di TPS 75, paslon Jokowi-Ma'ruf mengumpulkan 153 suara. Sementara paslon Prabowo-Sandiaga 105 suara. Jumlah suara sah dan tidak sah di TPS ini yaitu 269.


Lokasi dua TPS bagi para narapidana Lapas Sukamiskin tersebut berada di dalam lapas.

Sebelumnya, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin Bandung, Tejo Herwanto mengatakan, jumlah penghuni Lapas Sukamiskin yang tercatat sebanyak 480 warga binaan.

Sebanyak 465 narapidana di antaranya dipastikan dapat memilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Sedangkan 15 warga binaan ini tidak bisa menggunakan hak pilih.

Para pemilih itu, kata dia, terdiri atas 187 warga binaan yang masuk daftar pemilih tambahan (DPTb) dan 278 warga binaan yang masuk daftar pemilih khusus (DPK).

Dalam Pemilu 2019, masyarakat Indonesia tidak hanya memilih capres dan cawapres tetapi juga para legislatif. Ada lebih dari 192 juta orang yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Mereka yang berada di Indonesia, memilih di 810.329 TPS yang dijaga total 7,2 juta panitia pemilu.


[Gambas:Video CNN] (hyg/kid)