Sebut Pemilu Kondusif, Polri Fokus Pengamanan Penghitungan

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 18:53 WIB
Sebut Pemilu Kondusif, Polri Fokus Pengamanan Penghitungan Ilustrasi: Polri menyebut pengambilan suara Pemilu 2019 berlangsung aman di semua daerah dan kini berfokus pengamanan penghitungan suara mulai dari TPS hingga nasional. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri mengklaim proses pemungutan suara Pemilu 2019 telah berlangsung kondusif di seluruh wilayah Indonesia dan kemudian akan berfokus pada pengamanan proses penghitungan.

"Situasi keamanan alhamdulillah secara nasional laporan dari Polda Aceh sampai Polda Papua secara umum sangat kondusif" kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (17/4).

Ia mengungkapkan secara keseluruhan ada tiga peristiwa yang cukup menonjol yang terjadi dalam proses pemungutan suara hari ini.


Pertama, kasus penganiayaan ringan yang terjadi Blitar dan pelaku sudah tertangkap. Kedua, kasus penganiayaan berat di Sampang dan pelaku juga sudah ditangkap.


Ketiga, kasus penganiayaan ringan di Sumatera Selatan, namun hal ini tidak terkait dengan pemilu. "Yang lain belum ada laporan," ujar Dedi.

Di sisi lain, Dedi menyampaikan berbagai peristiwa kericuhan yang selama proses pemungutan suara yang tersebar di media sosial masih perlu dibuktikan kebenarannya.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melakukan pergeseran 1.113 pasukan untuk melakukan pengamanan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa wilayah di Jawa Timur.Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur melakukan pergeseran 1.113 pasukan untuk melakukan pengamanan pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) di beberapa wilayah di Jawa Timur. (CNN Indonesia/Farid)


Ia menyebut sampai saat ini belum ada konfirmasi perihal konten yang tersebar di media sosial itu. "Artinya harus ada konfirmasi soal konten yang menyebar itu," ucap Dedi.

Sedangkan selama proses penghitungan suara yang berlangsung saat ini, Dedi menyebut pihaknya bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan berusaha mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


"Polri tidak berhenti sampai di sini, bersama TNI terus mengawal proses penghitungan di tiap TPS," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (17/4).

Selain mengawal proses penghitungan suara di TPS, Polri juga bakal mengawal serta mengamankan proses penghitungan TPS dari tingkat kecamatan hingga nasional.

Dedi menuturkan ada sejumlah ancaman yang perlu diantisipasi dalam proses penghitungan suara tersebut. Antara lain, perampasan surat suara, penganiayaan petugas penyelenggara, hingga terjadinya bentrok.

Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam rangka proses pengamanan tersebut. "Seperti meningkatkan kegiatan ronda untuk mencegah gangguan keamanan masyarakat," ujarnya.

Dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 ini diketahui diterjunkan sebanyak 271.880 anggota Polri, 68.854 anggota TNI serta 1,6 juta anggota Linmas.

[Gambas:Video CNN] (dis/end)