Bawaslu Sebut Ratusan Pemilih Tidak Terima Undangan Pemilu

CNN Indonesia | Rabu, 17/04/2019 19:45 WIB
Bawaslu Sebut Ratusan Pemilih Tidak Terima Undangan Pemilu Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifudin. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mencatat masih ada pemilih di ratusan ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS) belum menerima form C6 atau undangan memilih hingga Selasa (16/4) malam.

"Setidaknya 237.382 TPS yang belum menerima surat pemberitahuan memilih hingga Selasa 16 April 2019 ini harus dipahami setiap TPS minimal atau kira-kira 300 pemilih," ujar Komisioner Bawaslu Afifudin, di kantornya, Jakarta, Rabu (17/4).
Ia mengatakan meski C6 bukan satu-satunya 'tiket' bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih, masih banyaknya pemilih yang belum menerima tetap menjadi masalah.

"Meskipun c6 bukan syarat wajib ketika ini tidak ada kadang-kadang petugas tidak langsung memperbolehkan memilih meski sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap," kata Afif.


Afif mengatakan dirinya sempat mendampingi salah satu warga di TPS yang diawasinya lantaran tidak memiliki form C6. Si pemilih itu tidak dapat masuk ke TPS padahal, dirinya sudah terdaftar dalam DPT.

"Yang bersangkutan disuruh tunggu sampai jam 12.00, padahal harusnya dia bisa langsung menggunakan hak pilih asalkan menunjukan identitas karena dia sudah terdaftar di DPT," katanya.
Selain itu, Bawaslu juga mencatat ribuan TPS belum siap atau belum didirikan hingga Selasa 16 April 2019 pukul 21.00 WIB.

"Jadi tempat yang katakanlah ditunda logistik belum sampai kira-kira ini di antaranya, menunjukkan 3.250 TPS, bisa jadi malamnya disiapkan," lanjut dia.

Kemudian, Bawaslu mencatat terdapat 1.703 TPS di mana KPPS-nya belum menerima perlengkapan pemungutan suara hingga malam hari. Perlengkapan pemungutan suara itu berupa kotak suara dan surat suara.

[Gambas:Video CNN]

"Ini mengkonfirmasi masalah logistik yang muncul hari ini," katanya. (sah/ayp)