Surat Suara Terbatas, Pemilih di Rutan Cipinang Gagal Nyoblos

CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 04:24 WIB
Surat Suara Terbatas, Pemilih di Rutan Cipinang Gagal Nyoblos Sedikitnya 1.110 tahanan di Rutan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) hari ini Rabu (17/4). (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyebut partisipasi Pemilu 2019 para warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Cipinang, Jakarta Timur, minim. Dari 4.000 warga binaan, hanya 1.100 orang yang menggunakan hak pilihnya.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menuding kondisi ini terjadi karena keterbatasan surat suara yang ada di rutan. Temuan itu didapat dari pantauan pihaknya selama waktu persiapan dan berlangsungnya Pemilu 2019.

"Keterbatasan surat suara membuat banyak warga binaan tidak bisa menggunakan hak pilihnya," kata Taufan, Kamis (18/4).


Pihaknya mengaku mendapat laporan ada ada beberapa warga yang ingin memilih tapi niat itu dibatalkan karena keterbatasan surat suara. Menurutnya, jika keterbatasan surat suara bisa diantisipasi sebelumnya, kondisi tersebut bisa dicegah.


Sementara itu, Komisioner Komnas HAM, Sandrayati Moniaga juga menambahkan sejumlah warga binaan yang tidak bisa ikut pemungutan suara itu disebabkan oleh mereka yang tidak memiliki KTP. Namun menurutnya hal ini bukan salah penyelenggara pemilu.

"PR nya ada di Dukcapil (Kemendagri) dan juga kepolisian, yang menitipkan misalnya atau kejaksaan yang menitipkan (tahanan)," ujarnya.

Komnas HAM melakukan pemantauan pemilu di 12 daerah di Indonesia. Dalam konferensi pers hari ini, meski ada beberapa kekurangan di bidang teknis, Komnas HAM tetap menyatakan Pemilu 2019 kali ini berjalan lancar.

Surat Suara Terbatas, Pemilih di Rutan Cipinang Gagal NyoblosFoto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP


"Jadi memang betul masih ada di sana masalah, di sini masalah, itu kita sebut sebagai sebuah persoalan teknis yang minor saja," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, 1.110 narapidana di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur berpartisipasi dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4).

Kepala Rutan Kelas I Cipinang, Oga G Darmawan mengatakan KPU menyediakan tujuh Tempat Pemilihan Suara (TPS) untuk mengakomodir hak suara ribuan napi.

Pantauan CNNIndonesia.com, para napi terlihat tertib mengantre untuk menggunakan hak suaranya. Mereka berbaris mengenakan baju berwarna biru. Sebagian dari para napi memamerkan jari tercelup tinta biru kepada rekannya. Oga mengungkap kondisi Pemilu semakin baik.


"Pastinya tahun ini lebih baik dan lebih bagus," kata Oga.

Dalam penghitungan suara, dari 868 suara yang sah, Jokowi-Ma'ruf unggul tipis dari Prabowo-Sandi. Jokowi-Ma'ruf mendapat 453 suara, sedangkan Prabowo-Sandi mendapat 410 suara.

[Gambas:Video CNN] (ani/ain)