Hasto Puji SBY Imbau Kader Bijak Sikapi Hasil Pilpres

CNN Indonesia | Jumat, 19/04/2019 22:25 WIB
Hasto Puji SBY Imbau Kader Bijak Sikapi Hasil Pilpres Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memuji sikap SBY yang mengimbau kader tak melanggar aturan dalam menyikapi hasil Pilpres 2019. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memuji sikap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengimbau seluruh kadernya tidak bertindak melanggar undang - undang usai Pilpres 2019.  Imbauan diberikan demi menjaga ketenangan dan keamanan di masyarakat.

Hasto mengatakan imbauan tersebut bukti ketaatan terhadap konstitusi.

Diketahui, SBY mengirim instruksi agar seluruh kader Demokrat tidak ikut melakukan kegiatan yang bertentangan dengan undang - undang. Selain itu, ia juga mengimbau para kader untuk terus memantau perkembangan situasi yang menunjukkan ketegangan.


"Itu surat yg sangat baik, kami berikan apresiasi dan ketaatan kita pada konstitusi menunjukkan karakter sejati dari pemimpin itu," tutur Hasto di kantor DPP PDIP, Jakarta, Jumat (19/4).


Hasto mengatakan semua pihak memang harus menghormati tahapan yang masih berjalan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus melakukan penghitungan hasil Pilpres dan Pemilu 2019 secara berjenjang dari tingkat TPS hingga nasional. Penghitungan akan berakhir pada 22 Mei mendatang.

"Terlebih sudah tanda tangan untuk deklarasi damai, mau menang mau kalah semua menerima karena semua itu adalah untuk Indonesia kita," kata Hasto.

Meski memuji SBY , Hasto belum ingin mengamini bahwa pihaknya akan membuka pintu untuk berkoalisi dengan Demokrat andai Jokowi - Maruf ditetapkan sebagai pemenang Pilpres oleh KPU. Dia mengatakan partai menyerahkan kepada Jokowi sebagai pemimpin pemerintahan setelah ditetapkan sebagai pemenang.

"Itu nanti Bapak Presiden Jokowi yang akan menentukan arah kebijakan ke depan, tentu saja akan dibahas bersama-sama dengan ketum parpol Koalisi Indonesia Kerja," ucap Hasto.

Sebelumnya, SBY mengirim instruksi usai paslon Prabowo Subianto - Sandiaga Uno mendeklarasikan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2019 -2024 pada Kamis (18/4). Instruksi utama ditujukan kepada Sekjen Hinca Panjaitan, Ketua Dewan Kehormatan Amir Syamsudin, Ketua Dewan Pembina ES Mangindaan dan Wakil Ketua Umum Syarief Hasan.

[Gambas:Video CNN]

"Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut, untuk secara terus-menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di Tanah Air," demikian bunyi instruksi SBY.

SBY juga memerintahkan pengurus dan kader Partai Demokrat agar tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan Undang-Undang yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

"Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama," kata SBY.

(bmw/agt)