BPN Sebut Deklarasi Prabowo Demi Seimbangkan Opini Publik

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 20:42 WIB
BPN Sebut Deklarasi Prabowo Demi Seimbangkan Opini Publik Deklarasi 'pemenangan' Prabowo Subianto. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Pipin Sofyan mengatakan deklarasi kemenangan Prabowo dilakukan demi menyeimbangkan opini publik pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Prabowo sampaikan berdasarkan data internal ini penting menyeimbangkan opini publik di media massa yg jorjoran Pilpres ini selesai karena quick count," ujar Pipin di restoran D'consulate, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).

Beberapa jam setelah hasil sementara perhitungan cepat sejumlah lembaga survei dibuka kepada publik, Prabowo mengklaim dirinya mengungguli pesaingnya, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin.


Padahal, hasil sejumlah lembaga survei seperti CSIS-Cyrus Network menunjukkan Jokowi-Maruf unggul dari Prabowo-Sandi dengan 55,5 persen. Perhitungan Indo Barometer dengan 99,67 persen suara masuk menunjukkan Jokowi-Maruf unggul sebanyak 54.32 persen dari Prabowo-Sandi. 

Namun, Prabowo mengklaim hasil real count pihaknya telah mengantongi 62 persen suara, sementara Jokowi-Ma'ruf sebanyak 38 persen. Atas dasar itulah Prabowo telah tiga kali melakukan deklarasi kemenangan dan dua kali sujud syukur.

Pipin mengatakan deklarasi sebanyak itu dilakukan sebab media massa secara berlebihan menampilkan hasil perhitungan cepat sehingga menggiring publik beropini Pemilu sudah selesai padahal petugas KPPS masih sibuk menghitung suara.

Hasil perhitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum baru akan disampaikan pada 22 Mei 2019 mendatang.


"Kami hormati quick count tapi publik juga harus paham samplingnya hanya 2000 dari 800 ribu lebih TPS. Jadi seakan akan ikhtiar ini selesai. Seakan akan tak hormati proses di KPU," ucapnya.

Deklarasi juga dilakukan atas dasar kekhawatiran mereka terhadap upaya sejumlah pihak yang dalam menyamakan hasil real count terhadap quick count pasangan 01. Ia menyatakan mendapat laporan dalam C1 pasangan 02 unggul tapi ternyata tak unggul dalam data yang di-input.

"Jadi ada Prabowo 184 suara tapi pas di-input cuma 84. Ini masih kami ukur apakah tersistematis dan masif atau memang human error," ucap Pipin.

[Gambas:Video CNN] (chri/evn)