Dahnil: Prabowo Belum dan Tidak Putuskan Terima Utusan Jokowi

CNN Indonesia | Sabtu, 20/04/2019 21:41 WIB
Dahnil: Prabowo Belum dan Tidak Putuskan Terima Utusan Jokowi Mantan Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar (tengah) kini dikenal sebagai Koordinator Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan capres unggulannya tidak memutuskan menerima utusan dari rival politik, Capres 01 Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut diutus Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo. Namun, kata Dahnil, Luhut belum mendatangi Prabowo yang notabene bawahannya saat merintis Satgas Gultor TNI pada 1982 silam.


'Sampai dengan malam ini, Pak @prabowo belum dan tdk memutuskan menerima utusan Pak Jokowi yakni Pak Luhut untuk bertemu beliau di Kertanegara,' tulis Dahnil dalam media sosial Twitter miliknya, Sabtu (20/4).


'Pak Prabowo masih fokus memperjuangkan dan mengawal agar rakyat terus mengawal C1,' sambungnya dalam kicauan Twitter yang sama.



Sebelumnya, pada Sabtu siang, Direktur Media dan Komunikasi BPN, Hashim Djojohadikusumo mengatakan pihaknya mendapat kabar bahwa Luhut dikirim Jokowi untuk bertemu dengan Prabowo.

Hashim mengatakan permintaannya pertemuan tersebut akan dilakukan di kediaman Prabowo pada Minggu (21/4). Namun, lanjut Hashim, dirinya tak tahu pada pukul berapa tepatnya Prabowo-yang juga kakak kandungnya-bakal kedatangan Luhut.

Dahnil: Prabowo Tidak Memutuskan Menerima Utusan JokowiLuhut Binsar Pandjaitan dikenal sebagai bekas atasan Prabowo Subianto saat Satgas Gultor TNI dirintis pada 1982 silam. Luhut kala itu menjadi komandan, sementara Prabowo sebagai wakilnya. (CNN Indonesia/Harvey Darian)

Mengenai rencana utusan Jokowi tersebut, anggota Dewan Pengarah BPN, Yusuf Muhammad Martak, mengatakan pihaknya tak setuju jika Prabowo bertemu dengan Jokowi dalam waktu dekat.

Menurutnya, tidak ada urgensi yang mengharuskan kedua capres saling berjumpa. 

"Menolak jumpa mungkin karena tidak ada keperluan yang diperlukan dalam pertemuan tersebut," ucap Yusuf kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Jumat (20/4). 

Yusuf menekankan bahwa pernyataannya itu atas nama dirinya dan BPN. Dia enggan berasumsi apakah Prabowo bakal berkenan bertemu dengan Jokowi. 

Yusuf enggan menduga-duga meski tahu betul perkembangan situasi dalam beberapa hari terakhir. Yusuf termasuk orang yang berada dekat Prabowo sejak Rabu (17/4). Dia selalu nampak hadir kala Prabowo mengklaim keamanan di hadapan wartawan.

"Kalau pribadi Pak Prabowo, silakan tanya yang bersangkutan," ucap Yusuf yang juga Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, pun tokoh penting dalam gelaran Ijtimak Ulama.

Bagi Luhut, permintaan menjembatani Jokowi dan Prabowo bukan sekali ini dipercayakan kepada dirinya. Sebelumnya, pada 6 April 2018 lalu pun Luhut bertemu Prabowo secara privat di restoran Jepang, Sumire, Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

(jps)