Emak-emak 'Kobarkan Perang' Desak KPU Berlaku Jujur

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 15:09 WIB
Emak-emak 'Kobarkan Perang' Desak KPU Berlaku Jujur Barisan Emak-Emak Pendukung Prabowo Komando Barisan Rakyat Anti Pemilu Curang (Kobarkan Perang) gelar aksi damai di kantor KPU Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/4). (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
Palembang, CNN Indonesia -- Sekitar 100 ibu atau emak-emak yang tergabung dalam Barisan Emak-Emak Pendukung Prabowo Komando Barisan Rakyat Anti Pemilu Curang (Kobarkan Perang) menggelar aksi damai di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (24/4).

Mereka menuntut agar KPU bekerja netral dan jujur sesuai amanah dan sumpah jabatan yang diucapkan para komisioner tersebut.

Emak-emak itu menuntut pihak berwenang menyelidiki dugaan kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2019. Mereka pun menolak pemilu ulang, menuntut diskualifikasi capres nomor urut 01, dan meminta aparat untuk bersikap netral.


"Kita minta lembaga yang terhormat ini, kami ingin bapak-bapak itu kinerjanya tanpa intimidasi, jujur, sesuai dengan apa yang sumpah mereka kemarin," ujar Koordinator Aksi Eny Gustina.

Setelah 30 menit melakukan orasi, perwakilan massa bertemu dengan komisioner KPU Kota Palembang. Dalam pertemuan tersebut, ujar Eny, banyak berkas dan bukti dugaan kecurangan yang ditemukan pihaknya diserahkan ke KPU untuk ditindaklanjuti.

Barisan Emak-Emak Pendukung Prabowo Komando Barisan Rakyat Anti Pemilu Curang (Kobarkan Perang) dalam aksi demo di depan KPU Palembang.Barisan Emak-Emak Pendukung Prabowo Komando Barisan Rakyat Anti Pemilu Curang (Kobarkan Perang) dalam aksi demo di depan KPU Palembang. (CNN Indonesia/Hafidz Trijatnika)
"Temuan di lapangan sudah diserahkan. Suasana ini tidak bisa dihindari dengan kecurigaan, karena jujur pemilu ini [pasangan capres-cawapres nomor urut] 02 khususnya tidak punya apa-apa," aku dia.

"Walaupun, katakanlah 02 menang di sini [Sumsel], tapi itu tidak masalah karena kami tahu memang menang, tapi kami ingin kejujuran. Kami tidak ada menghujat ke sana, tidak ada. Justru kami ke sini ingin support bapak-bapak di sini untuk bekerja sesuai porsinya, jujur, adil, dan tidak berpihak," Eny menambahkan.

Sementara itu Ketua KPU Palembang Eftiyani mengatakan semua laporan yang disampaikan peserta aksi sudah diterima pihaknya dan akan dilaporkan ke KPU Sumsel. Dirinya menegaskan bahwa KPU Palembang selalu bersikap netral tanpa memihak pasangan calon tertentu.

"Yang salah kita akui salah, yang kurang kita akui kurang. Kami tidak membela diri. Namun tetap proses rekapitulasi di PPS dan PPK jalan terus, enggak ada halangan," ungkap dia.

Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count Indo Barometer, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga unggul telak di Sumatera Selatan dengan angka 80,85 persen suara. Sementara, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin cuma mendapat 39,15 persen suara.

[Gambas:Video CNN] (idz/arh)