Fadli Zon Dorong DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu

CNN Indonesia | Rabu, 24/04/2019 16:06 WIB
Fadli Zon Dorong DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan pembentukan pansus kecurangan pemilu diperlukan untuk mengevaluasi pemilu serentak yang diwarnai dugaan kecurangan masif. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyatakan pihaknya akan menginsiasi pembentukan panitia khusus (Pansus) kecurangan pemilu. Usulan pembentukan pansus ini bertujuan untuk mengungkap banyaknya dugaan pelanggaran dan kecurangan yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu serentak 2019.

"Saya kira nanti perlu untuk dibentuk Pansus kecurangan Pemilu ini," kata Fadli saat ditemui di Kompleks MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/4).

Politikus Partai Gerindra itu mengaku akan mengusulkan kepada seluruh anggota DPR meskipun kini telah berada di penghujung masa jabatan. Ia menilai pembentukan Pansus ini sangat diperlukan bagi DPR sebagai langkah evaluasi bagi pelaksanaan pemilu di periode selanjutnya.

"Saya akan mengusulkan meski ini akhir periode. Kalau misalnya teman-teman itu menyetujui akan bagus untuk evaluasi ke depan," kata dia.

Fadli menilai penyelenggaraan Pemilu serentak tahun 2019 dipenuhi dengan kecurangan yang sangat terstruktur, masif dan brutal. Ia membandingkan penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 ini jauh lebih buruk sejak Pemilu tahun 1955 silam.


Kecurangan itu, kata dia, terjadi saat pelaksanaan pemilu hingga pascapelaksanaan, seperti proses penghitungan suara yang sedang berlangsung saat ini.

"Karena kecurangan ini cukup masif, terstruktur dan brutal sekali. Kalau DPR bentuk pansus lebih enak, karena pansus itu bisa jadi alat untuk investigasi," kata dia.

Selain itu, Fadli turut mendukung langkah masyarakat sipil yang ingin menginisiasi tim independen pencari fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019.

Ia menyatakan semua cara diperlukan untuk menyelidiki banyaknya kecurangan dalam pemilu 2019. Hal itu bertujuan agar proses demokratisasi Indonesia ke depannya dapat berjalan baik tanpa adanya manipulasi.

"Saya kira semua cara perlu. Agar demokrasi kita tak bongkar pasang, sehingga ke depan tak boleh terjadi ada pemilu seperti sekarang ini," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/gil)