Berencana Jemput Rizieq, Kapitra Jamin Keamanan di Tanah Air

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 06:55 WIB
Berencana Jemput Rizieq, Kapitra Jamin Keamanan di Tanah Air Caleg PDIP yang juga eks aktivis 212 KApitra Ampera menjamin keamanan Rizieq Shihab saat pulang ke Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus PDI-Perjuangan Kapitra Ampera berniat menjemput Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Mekkah jika paslon nomor urut 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin menang pada Pilpres 2019. Dia juga menjamin keamanan bagi Rizieq seperti yang dicemaskan FPI selama ini.

"Ini kan asumsi-asumsi yang dikembangkan seolah-olah menjadi realitas. Bagaimana mungkin orang ditindak, diapa-apakan, kalau kejahatannya enggak ada. Enggak mungkin sesederhana itu," tutur Kapitra saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (24/4).

"Misalnya tiba-tiba Habib Rizieq pulang lalu ditembak, ya bergejolak dong tanah air. Enggak akan ada apa-apa. Enggak ada yang kriminalisasi. Saya jamin itu," ujarnya.


Kapitra mengaku penjemputan Rizieq adalah inisiatif pribadi. Dia menampik ada pihak yang memintanya untuk melakukan itu. Kapitra mengatakan dirinya ingin menjemput lantaran menganggap Rizieq sebagai sahabat.

Kapitra mengatakan hingga kini belum berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo terkait rencana penjemputan Rizieq. Dia belum melakukan itu karena Jokowi belum ditetapkan secara resmi oleh KPU sebagai pemenang Pilpres 2019. Kapitra yakin Jokowi akan mendukung rencananya tersebut.

Berencana Jemput, Kapitra Jamin Kemanan Rizieq ShihabFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
"Pak Jokowi itu kan sifatnya merangkul, tidak ingin memukul. kenapa tidak, ya. Ini kan langkah yang baik ya. Insyaallah dibantu lah," ucap Kapitra.

Kapitra yakin rencananya menjemput Rizieq tidak keliru. Justru dia khawatir kepulangan Rizieq kembali tertunda apabila menunggu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menjemput.

Diketahui, Prabowo sempat berjanji akan menjemput Rizieq menggunakan jet pribadi jika ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019.

Kapitra menegaskan bahwa quick count lembaga survei menyatakan bahwa Jokowi-Ma'ruf yang akan menjadi pemenang Pilpres 2019. Karenanya, jika itu benar terjadi, maka Prabowo menjadi tidak memiliki kewajiban menjemput Rizieq.

"Sulit dilakukan kalau penjemputan berdasarkan kemenangannya dia (Prabowo)," ucap Kapitra.

Kapitra juga berharap tidak ada yang meledek dirinya ketika mengutarakan niat menjemput Rizieq. Terutama anggota FPI dan Persaudaraan Alumni 212. Kapitra seolah risih dengan ledekan-ledekan yang diterimanya.

"Sudah enggak bisa mulangin tapi nyinyir melulu. Silakan saja nyinyir, tapi jangan dihambat. Kalau dihambat, silakan pulangkan oleh dia," kata Kapitra.

[Gambas:Video CNN] (bmw/arh)