Eggi Sudjana: Hanya Jokowi yang Bisa Setop Kecurangan Pemilu

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 18:41 WIB
Eggi Sudjana: Hanya Jokowi yang Bisa Setop Kecurangan Pemilu Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana mengatakan Presiden Joko Widodo merupakan satu-satunya tokoh yang dapat menghentikan kecurangan pemilu.

Eggi tidak menyebutkan kecurangan-kecurangan yang dituduhkannya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu.

Menurut Eggi, Jokowi sebagai pemimpin negara dapat meminta KPU untuk menghentikan proses penghitungan suara, dan menyelidiki dugaan kecurangan-kecurangan selama Pemilu 2019.


"People power tidak akan terjadi kalau tidak ada kecurangan tapi akan terjadi kalau kecurangan terus berlangsung. Yang bisa hentikan kecurangan adalah Jokowi sendiri, caranya gimana, larang KPU," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (26/4).

Hal tersebut disampaikan Eggi menyangkut isu people power yang kian berembus jika kecurangan pemilu dibiarkan.

Kata Eggi, sebagai presiden, Jokowi harus bersikap adil. "Jangan begitu, kan dia sebagai presiden bukan capres harus berlaku adil untuk rakyat Indonesia," katanya.

Menurut Eggi, people power tidak akan terjadi jika kecurangan memang tidak terjadi. Bahkan, Eggi menilai Jokowi akan menjadi penjahat demokrasi jika tidak dapat menghentikan kecurangan tersebut.

"Kalau Jokowi tidak melakukan penghentian kepada cara-cara kotor seperti ini, Jokowi termasuk penjahat demokrasi. Begitu saya kira," katanya.

Eggi Sudjana yang juga caleg Partai Amanat Nasional (PAN) itu dilaporkan ke polisi terkait seruannya tentang people power.

Eggi dipolisikan oleh caleg PDIP Dewi Ambarawati. Dewi melaporkan Eggi dengan dugaan pemufakatan jahat atau makar dan dugaan melanggar UU ITE Pasal 107 KUHP junto Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 ayat (2) junto Pasal 45 ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Pernyataan Eggi terkait people power itu diketahui Dewi dari video yang tersebar di grup WhatsApp dan YouTube pada 17 April lalu.

Dalam laporan itu, Dewi turut serta membawa barang bukti berupa rekaman video Eggi saat memberikan pernyataan tentang people power.
[Gambas:Video CNN] (gst/ugo)