Khofifah Akui Diperiksa KPK untuk Kasus Romi

CNN Indonesia | Jumat, 26/04/2019 19:40 WIB
Khofifah Akui Diperiksa KPK untuk Kasus Romi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengakui diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Roamhurmuziy, dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan informasi mengenai pemeriksaan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan di Mapolda Jatim, Jumat (26/4). Khofifah mengakui bahwa dirinya dimintai keterangan soal suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, yang menyeret Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

"Ya diminta keterangan saksi untuk ke Pak Romi, Pak Haris (Kakanwil Jatim), dan Pak Muwafaq (Kakanwil Gresik). Itu sih," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/4) sore.

Khofifah nampak enggan menjelaskan proses berjalannya pemeriksaan yang mulanya disebut berjalan 4 jam, dari pukul 09.00-13.00 WIB. Khofifah tak rinci memberi penjelasan.


"Ada yang tertulis, rek. Biodata-biodata, nama orang tua, nama mertua, kemudian sekolahnya di mana. Kemudian pernah menjabat apa saja. Kira-kira itu lah," ujarnya singkat.
Khofifah Akui Diperiksa KPK untuk Kasus RomiRomahurmuziy terjaring OTT KPK. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)


Khofifah pun menjelaskan bahwa substansi pertanyaan yang diajukan padanya itu hanyalah seputar kesaksian dirinya terhadap kasus jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jatim. Khofifah mengaku proses pemeriksaan berlangsung singkat yakni selama 1,5 jam saja. Hal itu berbeda dengan keterangan polisi yang menyatakan KPK memeriksnya selama 4 jam.

"Gak sejauh itu, selain mengisi biodata sampai dengan penandatangan berita acara, kita butuh waktu 1,5 jam," katanya.

Tak hanya itu, Khofifah juga enggan mengakui bahwa kedatangannya memenuhi panggilan penyidik KPK dilakukan secara diam-diam. "Wes mari, rek (sudah selesai, ya)," tutupnya seraya pergi, enggan mengonfirmasi.


Sementara itu, KPK mengonfirmasi bahwa penyidik memeriksa Khofifah lantaran namanya disebut oleh Tersangka Anggota DPR RI Romahurmuziy alias Romi.

"Yaa karena ada yang ngomong-ngomong (bicara)," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan di Gedung Anti-Corruption Learning Center, Jakarta, Jumat, (26/4).

Ia mengatakan Khofifah diperiksa agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Menurut Basaria akan aneh apabila seseorang yang ikut disebut dalam kasus korupsi namun tidak diperiksa.

"Supaya masyarakat tidak merasa wah ini kenapa tidak diperiksa, jadi kami harus konfirmasi ulang," kata dia.

Khofifah Akui Diperiksa KPK untuk Tersangka RomiWakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Basaria menyatakan pemeriksaan Khofifah di Jawa Timur tidak memiliki alasan khusus. Pemeriksaan terhadap saksi, di manapun menurutnya lumrah. Kecuali, kata Basaria jika yang bersangkutan adalah tersangka, maka harus dibawa ke gedung KPK.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan Khofifah sedang ada kesibukan di Surabaya, alhasil tim memeriksanya di Ditreskrimsus Polda Jatim. Ia juga tidak menutup kemungkinan Khofifah akan diperiksa di Jakarta.

"Mungkin ada kesibukan beliau dan ada petugas KPK yang ada di Surabaya, ya sekalian aja, tetapi kalau memang masih diperlukan pasti akan dibawa ke Jakarta," kata Laode.


Dalam kasus ini, Romi diduga menerima suap sebesar Rp300 juta, dengan rincian Rp50 juta dari Muafaq untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Rp250 juta dari Haris untuk jabatan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Namun, Romi sempat menolak tudingan yang menyebut dirinya terlibat jual beli jabatan di Kemenag. Romi mengatakan dirinya hanya sebatas menyampaikan aspirasi dalam kapasitas sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Ia bahkan menyebut nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin menjadi Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.


(frd/sah/ain)




BACA JUGA