Beda dengan Kartu 01, Sandi Sebut OK OCE Tak Perlu Birokrasi

CNN Indonesia | Senin, 29/04/2019 06:07 WIB
Beda dengan Kartu 01, Sandi Sebut OK OCE Tak Perlu Birokrasi Cawapres Sandiaga Uno menyebut program OK OCE tak memerlukan birokrasi yang rumit. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menyebut program One Kecamatan One Center of Enterpreneurship (OK OCE) unggulannya punya perbedan mendasar dengan kartu prakerja yang menjadi unggulan capres petahana Joko Widodo.

Yakni, kata dia, program OK OCE tak memerlukan mekanisme birokrasi yang berbelit-belit.

"Jadi mereka (warga) bukan mengantre kartu, birokrasi lagi kan, prosesnya pasti memakan waktu. Kalau kita pendekatannya berbasis kewirausahaan," ujar Sandi, di kawasan Senen, Jakarta, Minggu (28/4).

Kartu prakerja Jokowi diketahui ditargetkan pada pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pencari kerja. Nantinya, mereka akan mendapatkan pelatihan dan memperoleh insentif sampai mendapatkan pekerjaan.

Sandi melanjutkan bahwa OK OCE berfokus pada penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan.

OK OCE Mart yang tutup karena tidak mampu membayar sewa lahan, di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta.OK OCE Mart yang tutup karena tidak mampu membayar sewa lahan, di Jalan Warung Jati Barat, Kalibata, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ia mengatakan ada tujuh proses yang akan dijalankan melalui program OK OCE yakni pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, administrasi keuangan, dan pemodalan melalui bank infaq.

"Jelas pendekatan ekonomi kita adalah pemberdayaan. Kita ingin masyarakat, terutama yang tidak mendapatkan peluang dapat lapangan pekerjaan bisa mendapatkan lapangan pekerjaan," ujar Sandi

Salah satu yang mulai berjalan saat ini melalui program OK OCE adalah usaha kedai kopi yang akan dibangun di Masjid Al Ihsan, Cipete, Jakarta Selatan.

Menurut Sandi, kedai kopi itu merupakan hasil kerja sama program OK OCE dengan yayasan pendidikan Al Ihsan melalui Bank Infaq Prima Al Ihsan. Bank itu diklaimnya bakal memberikan pinjaman Rp5 juta tanpa bagi hasil atau pun beban biaya pinjaman.

"Bank ini menarik sekali konsepnya sesuai dengan kaidah ekonomi syariah yaitu bank yang memberikan bantuan pinjaman tanpa membebani biaya bagi hasil," ucap Sandi.

Mantan wagub DKI ini optimistis program OK OCE itu akan efektif menekan angka pengangguran di kalangan muda. Ia mengklaim program OK OCE yang diterapkan di Jakarta mampu mengurangi jumlah pengangguran di ibu kota hingga 20 ribu selama 2018.

Capres petahana Jokowi memiliki program bagi warga yang belum memiliki pekerjaan, yakni kartu prakerja.Capres petahana Jokowi memiliki program bagi warga yang belum memiliki pekerjaan, yakni kartu prakerja. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
"Ini betul-betul dirasakan dampaknya kalau kita angkat ke level nasional. Saya tidak ingin kita mengadu gagasan karena itu berandai-andai, jadi saya langsung luncurkan, terlepas dari politik menang kalah itu urusan Allah," tuturnya.

Sebelumnya, Ekonom dari Center of Reform on Economy (CORE) Piter Abdullah Redjalam menyatakan OK OCE adalah program gagal. Pasalnya, program ini belum memberikan dampak besar kepada perekonomian DKI Jakarta.

"Saya cukup terkejut dengan seorang Sandiaga karena membawa sebuah program yang gagal di level DKI Jakarta ke level nasional. Sebuah program gagal yang dijadikan program utama, ini adalah langkah berani atau nekat," kata Piter kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/3).

Kelemahan program ini, kata dia, salah satunya adalah dalam hal pendampingan wirausaha, manajemen program, yang belum dirancang secara matang.

"Kalau OK OCE ini programnya kurang komprehensif, tidak lengkap. Pelatihan, pendampingan, dan pembiayaan tidak dirancang selengkap itu. Tetapi yang paling utama sumber permasalahannya adalah pendanaan," katanya.

Program OK OCE diluncurkan pada Februari 2018. Pada saat itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat tingkat pengangguran di ibu kota sebesar 5,34 persen.

Beda dengan Kartu 01, Sandi Sebut OK OCE Tak Perlu BirokrasiFoto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi
Namun, pada Agustus 2018 atau enam bulan berikutnya setelah OK OCE dijalankan, tingkat pengangguran di DKI Jakarta justru meningkat menjadi 6,24 persen.

Ragam permasalahan OK OCE juga mengemuka, terutama setelah Sandi undur diri dari posisi Wagub DKI Jakarta. Awal September, OK OCE Mart di Kalibata, Jakarta Selatan, dikabarkan tutup karena tak mampu mambayar sewa lahan.

Selain itu, ada masalah pemberian hadiah umrah kepada lima peserta OK OCE yang beruntung yang sempat dijanjikan Sandi saat masih menjabat sebagai Wagub DKI.

[Gambas:Video CNN]


(psp/arh)