Pernyataan Ilham merespons klaim Tim Relawan Teknologi Informasi BPN yang mengklaim menemukan setidaknya 9.440 kesalahan entri dalam Situng KPU.
"Ya mana datanya? Ayo laporkan saja ke kita, kita cocokkan," kata Ilham di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di salinan Formulir C1," ucap Arief saat ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).
Jika kesalahan input data terjadi di C1, maka harus diperbaiki dalam rapat pleno rekapitulasi berjenjang. Arief mencontohkan jika kesalahan terjadi pada pencatatan C1 di tingkat TPS, maka harus diselesaikan di rapat pleno rekapitulasi kecamatan.
"Jadi kalau ada salah segera laporkan ke saksi-saksimu supaya di tingkat kecamatan dilakukan perbaikan," Arief menjelaskan.
Sebelumnya, Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nahrawardaya mengatakan timnya telah meneliti 172.174 TPS dari 404.290 TPS atau sebanyak 42 persen yang sudah masuk ke Situng KPU. Dia mengklaim telah menemukan sedikitnya 9.440 kesalahan input di aplikasi Situng KPU.
"Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara," ujar Mustofa di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (29/4).
[Gambas:Video CNN] (osc/dhf/osc)