KPU soal 9 Ribu Salah Input: Ayo Laporkan dan Kita Cocokkan

CNN Indonesia | Selasa, 30/04/2019 16:13 WIB
KPU soal 9 Ribu Salah Input: Ayo Laporkan dan Kita Cocokkan Komisioner KPU, Ilham Saputra. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menunjukkan data temuan kesalahan entri data pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019. Ketimbang ribut soal klaim temuan itu, BPN diminta KPU melaporkan jika memang memiliki bukti adanya kesalahan input.

Pernyataan Ilham merespons klaim Tim Relawan Teknologi Informasi BPN yang mengklaim menemukan setidaknya 9.440 kesalahan entri dalam Situng KPU.

"Ya mana datanya? Ayo laporkan saja ke kita, kita cocokkan," kata Ilham di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).


Ilham menyampaikan hingga akhir pekan kemarin ada 142 kesalahan entri data di Situng. Namun KPU langsung memperbaikinya.

Terpisah, Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan ada dua metode perbaikan kesalahan input data terkait penghitungan suara.

Jika kesalahan yang terjadi adalah perbedaan data di Situng dan C1, maka KPU bisa langsung mengoreksinya. Untuk itu ia meminta peran serta masyarakat jika menemukan kejanggalan atau kesalahan di Situng.

"Apabila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di salinan Formulir C1," ucap Arief saat ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).

Jika kesalahan input data terjadi di C1, maka harus diperbaiki dalam rapat pleno rekapitulasi berjenjang. Arief mencontohkan jika kesalahan terjadi pada pencatatan C1 di tingkat TPS, maka harus diselesaikan di rapat pleno rekapitulasi kecamatan.

Arief menuturkan nantinya C1 diperbaiki. Lalu data di Situng juga diperbaiki berdasarkan formulir C1 yang telah diperbaiki.

"Jadi kalau ada salah segera laporkan ke saksi-saksimu supaya di tingkat kecamatan dilakukan perbaikan," Arief menjelaskan.

Sebelumnya, Koordinator Relawan IT BPN, Mustofa Nahrawardaya mengatakan timnya telah meneliti 172.174 TPS dari 404.290 TPS atau sebanyak 42 persen yang sudah masuk ke Situng KPU. Dia mengklaim telah menemukan sedikitnya 9.440 kesalahan input di aplikasi Situng KPU.

Temuan itu diperoleh dari hasil verifikasi manual di Situng KPU selama tiga hari terakhir, yakni sejak 27 hingga 29 April 2019. Dari situ Mustafa mengaku menemukan kurang lebih seribu kesalahan entry setiap harinya.

"Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara," ujar Mustofa di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

[Gambas:Video CNN] (dhf/osc)