Istana soal Reshuffle Kabinet Jokowi: Bisa Iya, Bisa Tidak

CNN Indonesia | Kamis, 02/05/2019 19:54 WIB
Istana soal Reshuffle Kabinet Jokowi: Bisa Iya, Bisa Tidak Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengatakan bahwa perombakan atau reshuffle kabinet bisa terjadi ataupun tidak dalam waktu dekat setelah tiga menteri dikaitkan dalam kasus dugaan korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tiga menteri Kabinet Kerja itu adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menjawab pertanyaan soal kemungkinan perombakan kabinet setelah tiga menteri tersebut terseret kasus dugaan korupsi.


"Perombakan kabinet, ya presiden sudah mengatakan bisa iya, bisa tidak. Kami lihat kepentingannya," kata Moeldoko di kantornya, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/5).

Meskipun demikian, Moeldoko berharap tak terjadi perombakan kabinet karena masa kerja pemerintahan Jokowi periode pertama yang tinggal beberapa bulan lagi. Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla akan mengakhiri masa kerja pada Oktober 2019.

Menpora Imam Nahrawi (kiri) saat akan bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4).Menpora Imam Nahrawi (kiri) saat akan bersaksi dalam sidang kasus dugaan suap dana hibah KONI dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (29/4). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
"Tetapi sekali lagi kalau sudah persoalan hukum, presiden selalu tidak mau intervensi tentang itu. Tergantung dari berprosesnya, apa yang terjadi sekarang ini," ujarnya.

Mantan Panglima TNI itu memastikan bahwa Jokowi tak akan ikut campur dalam persoalan hukum anak buahnya, seperti yang menimpa mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa waktu lalu.

Menurut dia, hal tersebut juga berlaku terhadap jajaran menteri lainnya yang terseret kasus hukum.

"Sama juga dengan nanti akan diberlakukan terhadap menteri-menteri yang saat ini mungkin ada kaitannya dengan persoalan hukum. Tapi semuanya ini akan sedang berproses, belum tersangka dan sebagainya," tutur Moeldoko.

Moeldoko mengklaim pemerintahan tak tertanggung dengan kondisi tiga menteri Kabinet Kerja terseret kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK. Ia menyatakan ketiga menteri itu juga masih menjalankan tugasnya dengan optimal.

"Saya pikir para menteri yang bersangkutan masih bekerja dengan optimum, belum berpengaruh dengan situasi itu," ujarnya.

Pada saat yang sama, Presiden Jokowi bertemu dengan politikus Partai Demokrat AHY di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5).Pada saat yang sama, Presiden Jokowi bertemu dengan politikus dari partai yang berseberangan di Pilpres 2019. Partai Demokrat, AHY di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5). (Dok. Biro Pers Setpres/Rusman)
Tiga menteri Jokowi terseret kasus dugaan korupsi yang berbeda. Dalam kasus dugaan suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Imam Nahrawi sudah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK dan pengadilan.

Sementara, Lukman Hakim dikaitkan dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama yang menjerat Ketua Umum PPP M Romahurmuzy alias Romi sebagai tersangka.

Kemudian Mendag Enggar diperiksa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Bowo mengaku menerima uang Rp2 miliar dari Enggar.

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)