Rusdi pun sudah bersiap sedia menyiapkan dagangannya berupa kembang, air mawar, melati dan sejumlah bunga mawar lainnya.
"Ini ramai karena mau puasa saja, besok kan sudah hari pertama. Kita sudah tau jadwal-jadwalnya," kata Rusdi kepada CNNIndonesia.com di lokasi, Minggu (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyediakan bunga mawar dan bunga palsu kalau-kalau nanti ada pembeli yang membutuhkan. "Untuk kembangnya satu plastik dijual Rp5.000 dan bunga mawar juga dijual Rp5.000 semua rata-rata begitu harganya," kata Rusdi.
Mereka membuka dagangan di trotoar persis depan TPU Karet Bivak. "Kalau buka satu enggak kerasa untungnya. Jadi kita bantu ibu saya juga saja," kata dia.
Senada dengan Rusdi, Jumari yang berjualan tak jauh dari Rusdi mengungkapkan bahwa dirinya ikut jualan karena memang jelang Ramadan. Ia biasanya membuka dagangan dua atau tiga hari sebelum puasa pertama.
Lihat juga:Berkendara Nyaman Saat Puasa |
Target Jumari, tak lain dari orang yang datang beriziarah. Jumari mengatakan dari penjualannya beberapa hari terakhir, ia bisa meraup untung bersih sekitar Rp200 ribu per hari.
Namun Jumari enggan menjelaskan detail keuntungan yang ia peroleh. Ia hanya bilang jika kembang tak habis, maka bisa dipergunakan untuk jualan keesokan harinya.
"Kembang ini tahanlah sekitar 2 hari. Jadi kalau enggak habis ya besok dijual lagi. Dari situ ngambil untungnya," kata dia.
Di sisi lain, Rusdi dan Jumari kompak mengatakan tak mengambil untung lebih dari jualan kali ini. Rusdi menyatakan jualannya kali ini hanya turut meramaikan para peziarah yang melakukan tradisi nyekar jelang Ramadan.
"Ya kalau untung enggak seberapa juga sih. Karena kita jualan juga kan di Rawa Belong. Cuma terkadang turut ambil bagian aja ramein," tutur dia.
Pantauan CNNIndonesia.com di perempatan Karet Bivak pada siang hingga sore hari terlihat padat. Para peziarah silih berganti masuk pemakaman.
Sepanjang jalan trotoar terlihat penjual kembang hingga di area masuk pemakaman. Di sisi jalan ada satu baris mobil yang parkir dengan pola menyerong. Akibatnya, lalu lintas di daerah ini terlihat padat dan macet.