Ketua Tim Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi menyebut, konfirmasi ini mereka lakukan lantaran pihak Seknas langsung terseret dalam kasus yang mereka sebut 'kurang kerjaan' dan 'tidak jelas' itu,
Yupen pun mengaku telah mendatangi langsung Bawaslu Jakarta Pusat selaku pihak yang menangani temuan dua dus form C1 yang diduga palsu itu. Yupen mengaku langsung menemui sentra Gakkumdu di Bawaslu Jakpus dan bertemu dengan sejumlah komisioner yang memang memiliki kendali untuk penanganan kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dilihat ada form c1, mungkin polisinya langsung mikir wah ini form palsu ini harus lapor ke Bawaslu," kata Yupen.
Dalam hal ini Yupen pun mempertanyakan bagaimana bisa aparat polisi langsung menyebut bahwa formulir C1 itu palsu. Padahal jelas, polisi belum membongkar dus tersebut sama sekali.
"Pertanyaannya dari mana dia tahu palsu? Kalau benar apa masalahnya? Akhirnya dibawa ke Bawaslu Jakpus. Di sana sejauh ini masih ditelusuri. Sopir taksi online-nya masih diperiksa," kata dia.
"Asumsinya, kita khawatir kita lagi diskenariokan seperti itu. Saya mendengar ada surat yang ditandatangani oleh Pak Taufik dan ditujukan ke Pak Topo. Di dalam surat itu seakan-akan kongkalikong gila-gilaan. Ini ada orang yang sedang mencoba membuat skenario luar biasa," kata dia.
"Kemudian kalau razia kenapa harus periksa mobil, kenapa nggak periksa suratnya aja? Lalu pas ketemu C1 kenapa otak dia langsung berpikir investigatif seolah ada yang salah dan harus melapor ke Bawaslu," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)