"Kita kan kemarin ada operasi penangkapan teroris di Bekasi, kemudian ada dua pelaku yang lari, makanya kemudian kejar-kejaran kita lakukan operasi, razia di sana untuk menghambat pergerakan pelarian pelaku teroris tersebut," tutur Argo saat dikonfirmasi, Rabu (8/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, mobil tersebut kemudian melanggar aturan lalu lintas sehingga petugas kepolisian memintanya berhenti.
Ilustrasi formulir C1 yang merupakan dokumen hasil penghitungan suara di TPS. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) |
Argo menjelaskan setelah mobil diberhentikan, petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Saat itu, sambungnya, pengemudi mobil mengaku tak tahu ke mana alamat yang dia tuju.
"Dia (pengemudi mobil) masih bingung juga dan dia bawa barang-barang dalam mobil ada tumpukan, ya kita cek di sana, baru kita bawa ke Polsek Menteng kemudian kita bawa ke Bawaslu," tutur Argo.
"Melanggarnya itu kalau enggak salah ya, seharusnya enggak boleh belok kanan, tapi dia belok kanan, kebetulan di lokasi ada operasi keselamatan," ucap Yusuf di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/5).
Lebih lanjut, disampaikan Yusuf, untuk penyelidikan mendalam terkait penemuan ribuan formulir C1 itu telah diserahkan ke Bawaslu. Ditlantas Polda Metro, lanjutnya, hanya menangani pelanggaran lalu lintasnya saja.
Ilustrasi razia lalu lintas. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Sebelumnya, Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga mengaku langsung mengonfirmasi ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait temuan ribuan formulir C1 di Menteng, Jakarta Pusat yang diduga palsu dan menguntungkan paslon 02 Prabowo-Sandi. Temuan ribuan C1 itu, disebut terjadi saat razia lalu lintas oleh kepolisian.
Ketua Tim Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi menyebut konfirmasi ini mereka lakukan lantaran pihak Seknas langsung terseret dalam kasus yang mereka sebut 'kurang kerjaan' dan 'tidak jelas' itu,
"Saya ke Bawaslu Jakarta Pusat. Kita nanya sama mereka, 'Ini yakin palsu semua atau gimana sebenarnya?' Lalu dia bilang ini dipelintir media. Saya bingung dipelintir gimana. Karena ada sampel yang coba disampaikan. Lalu kita tanya kronologi kejadian," kata Yupen saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (7/5).
(dis/arh)
Ilustrasi formulir C1 yang merupakan dokumen hasil penghitungan suara di TPS. (
Ilustrasi razia lalu lintas. (