Aksi di Depan KPU, Eggi Sebut Sebagai Bentuk People Power

CNN Indonesia | Kamis, 09/05/2019 22:09 WIB
Aksi di Depan KPU, Eggi Sebut Sebagai Bentuk People Power Politikus PAN Eggi Sudjana sedang terjerat kasus dugaan makar di Polda Metro Jaya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sudjana menyebut kegiatan Demonstrasi yang akan digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) adalah upaya untuk mengkritisi kecurangan Pemilu yang dia sebut terjadi saat ini.

"Jadi sekarang ini upaya kita untuk mengkritisi kecurangan Pemilu atau Pemilu yang curang," kata Eggi ditemui usai salat zuhur berjemaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Ia mengatakan kegiatan demonstrasi itu juga wujud dari people power yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.


"Wujudnya pasal 28e ayat 3 yang menyatakan soal berserikat, berkumpul, dan bebas menyatakan pendapat. Lebih teknis lagi Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang unjuk rasa," ujar Eggi.


Atas dasar itu, sambungnya, meski dirinya menyebut aksi di depan KPU dan Bawaslu itu sebagai salah satu upaya people power, tetapi bukan berarti kegiatan tersebut dapat dikategoriskan sebagai upaya makar.

"Bukan makar ya, kalau makar artinya 'makan roti bakar', saya suka. Ini wujud people power," kata dia.

Dalam aksi yang akan digelar di depan KPU dan Bawaslu, Eggi belum bisa memastikan jumlah massa yang akan hadir. Dia sendiri saat ini masih menunggu arahan dari Kivaln Zen yang justru belum hadir di lapangan.

Dari pantauan CNNIndonesia.com sejak pukul 12.00 WIB belum terlihat pergerakan massa yang signifikan di masjid istiqlal maupun KPU dan Bawaslu.

Terkait makar, Eggi telah ditetapkan polisi sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu sendiri diungkap Eggi dalam obrolan, Kamis (9/5) pagi.

Eggi pun mengirim foto surat pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka dugaan kasus makar dari Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Eggi dijadwalkan diperiksa penyidik dalam kasus tersebut pada pukul 10.00 WIB, 13 Mei 2019.

(tst/kid)