"Enggak sama sekali. Kita mengikuti informasi yang berkembang. Kita mulai karena sudah ramai di publik," ucap Komisioner Komnas HAM Hairansyah di kantornya, Jakarta, Kamis (9/5).
Ratusan petugas KPPS tewas telah memicu desakan kepada pemerintah untuk membentuk tim pencari fakta guna mengetahui penyebab peristiwa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komisioner Komnas HAM Amiruddin mengatakan hal serupa. Sama sekali tidak ada kepentingan politik yang diakomodir Komnas HAM. Misi mencari fakta secara investigatif dilakukan demi menepis isu liar yang berkembang.
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan politik apa pun. Misi menyelidiki fakta- akta yang berkaitan dengan penyebab meninggalnya ratusan anggota KPPS bukan untuk mengakomodir salah satu pihak yang berkontestasi.
"Komnas HAM tidak punya kepentingan politik apa-apa, kecuali kepentingan politik bagi demokrasi dan kedamaian bagi bangsa ini," ucap Taufan.
Taufan berjanji pihaknya akan melakukan investigasi seobjektif mungkin. Menurutnya, itu adalah suatu keharusan demi memperoleh hasil yang dapat dipercaya semua pihak.
Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Sabtu lalu, menyatakan ada 554 orang yang bertugas saat pemungutan dan penghitungan suara, meninggal dunia. Jumlah tersebut terdiri dari anggota KPPS, Panwaslu, dan Polri.
Sebanyak 440 anggota KPPS meninggal dunia. Sementara 3.788 lainnya jatuh sakit.
Berkenaan dengan itu, Komnas HAM memutuskan untuk menggali fakta-fakta terkait penyebab begitu banyak anggota KPPS yang meninggal dunia dan sakit. Komnas HAM tidak membentuk tim baru, hanya memberikan tugas tambahan kepada tim pemantau pemilu internal untuk melaksanakan misi tersebut. (bmw/wis)