"Palyja yang tidak bersahabat dan tidak menunjukkan iktikad baik," kata Anies di Jakarta, Jumat (10/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikasi itikad tak baik Palyja itu, kata Anies ialah respons Palyja terhadap proses pengembalian konsesi air dan pembangunan fasilitas air.
Logo Palyja. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dan teman-teman juga bisa lihat proses pembangunannya selama 20 tahun, dari situ bisa dibandingkan juga mana yang lebih bertanggungjawab dan tidak," lanjut Anies.
Anies pun mendesak Palyja agar lebih responsif dan bisa bekerjasama dengan DKI serta menyelesaikan tugasnya dalam menyediakan air bersih di Ibu Kota.
Terakhir, Anies mengaku sedang mencari celah hukum yang bisa dikenakan untuk memberikan sikap tegas kepada Palyja. Hal ini pun bakal menjadi bahan pembicaraan Tim Tata Kelola Air saat ke KPK hari ini.
"Karena ini semua tidak lebih, tidak bukan untuk Jakarta punya akses air bersih. Dan kalau terhambat perusahaan swasta seperti ini, ya ini masalah. Nah, kita konsultasi sama KPK, insyaallah bisa ada ruang hukum yang bisa dipakai untuk menjalankan ini," tutup Anies.
Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta melakukan demo menuntut pengembalian konsesi air ke pemprov di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Diketahui DKI dan PAM Jaya sebagai BUMD pengelola air sedang melakukan renegoisasi untuk pengambil alihan pengelolaan air. Sejauh ini Aetra sudah bersedia untuk negoisasi ulang dengan DKI, sementara Palyja masih belum memberikan respons.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)
Logo Palyja. (
Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta melakukan demo menuntut pengembalian konsesi air ke pemprov di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. (