Anies: Palyja Tak Tunjukkan Iktikad Baik soal Pengolahan Air

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 14:21 WIB
Anies: Palyja Tak Tunjukkan Iktikad Baik soal Pengolahan Air Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Palyja tak punya itikad baik dalam hal konsesi air Jakarta. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) tidak punya itikad baik dalam hal pengalihan tata kelola air Jakarta. Pihaknya pun akan berkonsultasi ke Komisi pemberantasan Korupsi (KPK).

"Palyja yang tidak bersahabat dan tidak menunjukkan iktikad baik," kata Anies di Jakarta, Jumat (10/5).

Diketahui, ada dua perusahaan pengelola air di Jakarta yang bekerjasama dengan PAM Jaya dalam pengelolaan air Jakarta, yakni PT Aetra Air Jakarta dan Palyja. Aetra sudah menyetujui pengembalian konsesi air ke PAM Jaya lewat penandatanganan Head of Agreement (HoA).


Namun, menurut Anies, Palyja masih tak acuh terhadap masalah konsesi air. "Palyja tidak kooperatif dan itikad untuk bertanggungjawab atas penyediaan air warga Jakarta," kata Anies.

Indikasi itikad tak baik Palyja itu, kata Anies ialah respons Palyja terhadap proses pengembalian konsesi air dan pembangunan fasilitas air.

Logo Palyja.Logo Palyja. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
"Meeting saja susah. Tidak seperti Aetra yang responsif. Ini yang dulu ditanya kenapa [sulit pengembalian konsesi air] tapi saya enggak cerita. Karena pada waktu itu lagi proses bahwa yang satu responsif yang satu tidak responsif," jelas dia.

"Dan teman-teman juga bisa lihat proses pembangunannya selama 20 tahun, dari situ bisa dibandingkan juga mana yang lebih bertanggungjawab dan tidak," lanjut Anies.

Anies pun mendesak Palyja agar lebih responsif dan bisa bekerjasama dengan DKI serta menyelesaikan tugasnya dalam menyediakan air bersih di Ibu Kota.

"Jadi buat Palyja, ini catatan. Masyarakat sudah mengetahui tentang respons Anda terhadap proses ini. Kita ini, Palyja juga tunjukkan sebagai perusahaan yang bertanggungjawab dan mau membantu agar orang di Jakarta dan orang miskin punya akses air bersih," tegas Anies.

Terakhir, Anies mengaku sedang mencari celah hukum yang bisa dikenakan untuk memberikan sikap tegas kepada Palyja. Hal ini pun bakal menjadi bahan pembicaraan Tim Tata Kelola Air saat ke KPK hari ini.

"Karena ini semua tidak lebih, tidak bukan untuk Jakarta punya akses air bersih. Dan kalau terhambat perusahaan swasta seperti ini, ya ini masalah. Nah, kita konsultasi sama KPK, insyaallah bisa ada ruang hukum yang bisa dipakai untuk menjalankan ini," tutup Anies.

Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta melakukan demo menuntut pengembalian konsesi air ke pemprov di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018.Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air Jakarta melakukan demo menuntut pengembalian konsesi air ke pemprov di depan Balaikota DKI Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
CNNIndonesia.com sudah mencoba menghubungi Palyja untuk mengonfirmasi tudingan Anies tersebut. Namun hingga kini belum ada respon dari pihak Palyja.

Diketahui DKI dan PAM Jaya sebagai BUMD pengelola air sedang melakukan renegoisasi untuk pengambil alihan pengelolaan air. Sejauh ini Aetra sudah bersedia untuk negoisasi ulang dengan DKI, sementara Palyja masih belum memberikan respons.

[Gambas:Video CNN] (CTR/arh)