KPU Respons Aksi Massa: Demonstrasi Tak Selesaikan Masalah

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 16:33 WIB
Komisioner KPU, Viryan Aziz mengatakan demonstrasi tak akan mengubah hasil pemilu, kecuali demo disampaikan dengan menyampaikan data yang valid. Unjuk rasa menuntut diusutnya dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat, 10 Mei 2019. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz menyebut demonstrasi massa terkait dugaan kecurangan Pemilu 2019 tak akan menyelesaikan masalah. Pernyataan Viryan merespons aksi unjuk rasa di depan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang berlangsung sejak siang.

"Demonstrasi massa tidak akan menyelesaikan masalah. Seberapa pun banyak massa yang turun dalam demo-demo tidak akan mengubah hasil pemilu kecuali ada data yang didemokan, disampaikan," kata Viryan di sela-sela Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/5).

Viryan menuturkan KPU menghargai unjuk rasa sebagai kebebasan berpendapat. Namun ia menyampaikan seharusnya pihak yang menduga ada kecurangan menampilkan data.


Viryan mengajak pihak-pihak itu untuk mendemonstrasikan data lewat jalur resmi rekapitulasi suara pemilu secara berjenjang.


"Dugaan-dugaan itu harus dikonfirmasi secara langsung di forum yang memang disediakan, yaitu forum rapat pleno terbuka secara berjenjang," ucapnya.

Diketahui saat ini KPU sedang menggelar Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta. Provinsi Bali dan Bangka Belitung jadi yang pertama direkapitulasi karena data sudah lengkap.

Sementara itu, aksi massa berpusat di Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin. Massa FPI yang tergabung dalam Koalisi Umat mengawal pelaporan dugaan kecurangan Pemilu 2019 yang dilakukan calon presiden Jokowi. Laporan disampaikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

"(Yang dilaporkan) Peserta Pemilu, calon presiden 01 yah," kata Direktur Advokasi BPN, Sufmi Dasco di gedung Bawaslu, Jumat (10/5).

Ada lima poin kecurangan yang bakal diadukan. Namun demikian, Dasco mengatakan pihaknya masih mengumpulkan sejumlah bukti empat poin kecurangan lainnya. Saat ini, kata dia, pihaknya baru bisa melaporkan satu poin kecurangan terkait keterlibatan menteri untuk menggerakkan ASN dalam Pilpres 2019 ini.



(dhf/ain)