Akun Medsos Kader PSI Dipalsukan untuk Sebar Foto Porno

CNN Indonesia | Senin, 13/05/2019 11:16 WIB
Akun Medsos Kader PSI Dipalsukan untuk Sebar Foto Porno Para pengurus Partai Solidaritas Indonesia. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Akun media sosial kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dipalsukan oleh orang yang tak bertanggung jawab untuk menyebarkan konten pornografi dan hoaks. Juru Bicara PSI Bidang Teknologi Informasi Sigit Widodo mengatakan, hal itu pertama kali diketahui langsung oleh Ketua DPP PSI, Tsamara Amany yang diketahui akun Twitternya dipalsukan.


"Pemalsu akun Sis Tsamara memalsukan akun @TsamaraDKI dengan membuat akun @Tsamara_DKI pada Maret lalu," ujar Sigit melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (13/5).

Sigit menerangkan, akun Twitter yang meniru Tsamara beberapa kali menampilkan foto-foto tidak senonoh yang menjurus ke pornografi. Selain itu, akun @Tsamara_DKI juga beberapa kali mencuit pernyataan yang meragukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Akun itu jelas sekali dibuat untuk membunuh karakter digital Sis Tsamara dan mendelegitimasi Pemilu 2019," kata Sigit.


Akun @Tsamara_DKI, tambah Sigit, juga mengganti foto Tsamara dengan foto perempuan lain yang kemudian diketahui diambil dari akun artis dan model Ni Made Westny Dwijayanti. Dia berujar, saat ini akun tersebut sudah di-suspend oleh Twitter.

"Mungkin karena banyak yang sudah melaporkan akun palsu ini. Apalagi akun @TsamaraDKI sudah terverifikasi dan menjadi standar Twitter untuk membekukan akun-akun yang memalsukan akun terverifikasi," ujarnya.

Selain Tsamara, politisi PSI lain yang dipalsukan akun media sosialnya adalah Milly Ratudian Purbasari. Akun Facebook Milly dipalsukan . Akun itu diketahui mulai aktif pada September 2018 dan mengaku bernama Kinara Kania Putri. "Berbeda dengan Sis Tsamara, Sis Milly diambil foto-fotonya dan dijadikan akun dengan nama berbeda," ucap Sigit. "Sejak Oktober 2018, akun ini mulai membuat posting tentang PSI, dan sejak 13 April 2019 akun ini mulai mengganti foto profilnya dengan foto Sis Milly," ujarnya.

Sigit menambahkan, ada pengambilalihan akun tersebut untuk kemudian disalahgunakan. Hal itu, jelas dia, terlihat dari adanya beberapa komentar.
"Ada kemungkinan akun tersebut dibajak kemudian digunakan sebagai akun palsu, tapi mungkin juga akun tersebut sejak awal memang dirancang sebagai akun palsu," ujarnya.

Akun Kania yang menggunakan foto Milly ini beberapa kali menyebarkan hoaks yang menyerang pendukung pasangan capres 02 Prabowo-Sandi.
"Screenshot akun ini kemudian disebarluaskan melalui aplikasi WhatsApp disertai kecaman dan hujatan kepada PSI sebagai penyebar hoaks," ucapnya.

Setelah dilaporkan, terang Sigit, akun ini kemudian juga di-suspend oleh Facebook. Namun, dia menyayangkan tangkapan layarnya sudah menyebar luas melalui beberapa grup WhatsaApp. Sigit menuturkan, pemalsuan akun-akun media sosial politisi PSI ini ditengarai sengaja dilakukan untuk merusak nama baik partainya dan juga para kader PSI.

"Meskipun hanya mendapat 2 persen suara nasional, di beberapa daerah PSI berhasil mendapat kursi DPRD yang cukup signifikan dan dapat membentuk fraksi sendiri. Keberhasilan ini menurut saya cukup membuat gentar para koruptor dan kelompok intoleran yang selama ini menjadi musuh PSI," kata Sigit.
[Gambas:Video CNN]

(ryn/dea)