Massa 'Ratu Adil' dan FPI Geruduk Bawaslu Jatim

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 14:42 WIB
Massa 'Ratu Adil' dan FPI Geruduk Bawaslu Jatim Ratusan massa dari Rakyat Bersatu Untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil) berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu Jatim, Surabaya, Rabu (15/5). (CNN Indonesia/Farid).
Surabaya, CNN Indonesia -- Ratusan massa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Rakyat Bersatu Untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil) menggelar aksi di depan Kantor Bawaslu Jatim, Surabaya, Rabu (15/5). Mereka menyerukan bahwa ada kecurangan dalam Pemilu 2019.

Pantauan di lokasi, sebagian besar dari massa beratribut Front Pembela Islam (FPI). Ada pula di antara mereka mengenakan ikat kepala kalimat tauhid, serta ada pula yang memakai seragam serikat pekerja.

Sembari mengibarkan Bendera Merah Putih, massa juga mengacungkan poster bernada protes bertuliskan beragam kalimat. Salah satunya poster bertuliskan "#KartuMerahUntukKPU".


Lalu ada juga poster berisi "Kalian Baik Kami Baik, Kalian Jujur Kami Bersyukur, Kalian Curang Kami Perang", serta "Jangan Sia-siakan Nyawa Para Petugas Penyelenggara Pemilu".
Massa 'Ratu Adil' dan FPI Geruduk Bawaslu JatimMassa Aksi Ratu Adil. (CNN Indonesia/Farid)

Humas Aksi Ratu Adil, Reni Widya Lestari mengatakan, aksi ini dilakukan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan ke Bawaslu Jatim. Tuntutan seputar kecurangan pada Pilpres 2019 itu dituangkan ke dalam 9 amanat penderitaan rakyat.

"Pemilu kali ini adalah pemilu yang terburuk di Indonesia. Mulai dari kotak kardus, C1 yang hilang, angka yang penuh rekayasa hingga kecurangan-kecurangan yang terjadi saat berlangsungnya pemilu. Kita anggap itu adalah suatu pengkhianatan," kata Reni.

Reni mengatakan pihaknya juga tak menerima hasil rekapitulasi suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, yang telah dirampungkan beberapa waktu lalu. Penolakan rekapitulasi suara itu juga ditandai dengan penolakan penandatanganan hasil.

"Ada saksi dari salah satu paslon yang tidak menandatangani, kita omongkan di sini harus di sepakati karena kita masyarakat. Suara kita sudah kita berikan di TPS. Ketika yang bertugas tidak bertugas dengan baik itu harus menjadi perhatian Bawaslu," katanya.

Ia mengatakan, jika tuntutan Ratu Adil tak ditindaklanjuti oleh Bawaslu, maka ia akan melakukan aksi susulan bersama jumlah massa yang lebih besar

"Kalau misal tidak diterima dan tidak ditindaklanjuti, maka kami akan terus turun ke jalan, (massa) lebih besar, sampai kapanpun," ujarnya.
Massa 'Ratu Adil' dan FPI Geruduk Bawaslu JatimMassa Aksi Ratu Adil. (CNN Indonesia/Farid)

Di sela aksi, ada 10 perwakilan massa Ratu Adil yang kemudian diperbolehkan masuk ke gedung Bawaslu Jatim untuk melakukan dialog dan menyampaikan aspirasinya.

Sementara itu, ratusan massa lain tetap melakukan aksi dan orasi di depan Bawaslu. Sontak hal itu membuat Jalan Kapuas sempat menglami kemacetan yang cukup panjang.

9 Tuntutan

Ada sembilan tuntutan dari Ratu Adil terkait penyelenggaraan Pilpres 2019 yang mereka klaim terdapat kecurangan.

Berikut tuntutan mereka, pertama, hentikan situng KPU, yang menyebarkan berita hoaks akibat angka input yang salah dan sengaja.

Kedua, audit investigatif terhadap KPU atas pelaksanaan Pemilu yang amburadul.

Ketiga, audit anggaran pemilu oleh KPK yang memakai uang rakyat Rp24,8 triliun.

Keempat, audit forensik DPT Pemilu yang penuh dengan penggelembungan dan angka-angka yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Kelima, bentuk TPF kematian petugas pemilu dan kibarkan bendera setengah tiang, Indonesia berduka.

Keenam, bentuk pansus kecurangan Pemilu, wahai DPR RI, jangan kau diam membisu.

Ketujuh, hentikan kriminalisasi ulama dan tokoh masyarakat, hak berpendapat bukan kesalahan.

Kedelapan, usut keterlibatan ASN, BUMN, alat penegak hukum yang berpolitik.

Terakhir, diskualifikasi capres yang menggunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya.

[Gambas:Video CNN] (frd/osc)