Ketua Front Pembela Islam (FPI) Surabaya Mahdi Al Habsy membenarkan rencana aksi tersebut. Ia mengatakan penolakan terhadap kecurangan itu adalah bagian dari upaya untuk mengawal hasil Ijtimak Ulama III.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, ya nanti ke DPRD Jatim kemudian ke Bawaslu Jatim," kata Mahdi.
Tersangka makar Eggi Sudjana ikut berdemo menolak kecurangan pemilu di Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Hingga kini, menurut dia, Bawaslu belum sama sekali memproses laporan yang dilayangkan pihaknya itu.
"Ya kecurangan-kecurangan itu, apalagi. Kecurangan-kecurangan itu sudah kita laporkan tapi belum diproses, ya kami mendesak lah untuk diproses," ujarnya.
"Berkaitan dengan tanggal 15 [Mei] itu yang sudah beredar di WhatsApp, maka kepolisian di wilayah Jatim, sudah siap menghadapi itu bersama dengan TNI dan seluruh masyarakat Jawa Timur," kata Barung, di sela Peringatan Tregedi Bom Surabaya, di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Senin (13/5) malam.
Soal tujuan aksi demo, Barung menyebut masyarakat sebaiknya menggunakan jalur konstitusi dalam menyikapi dugaan kecurangan itu jika memang memiliki bukti.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera. (CNNIndonesia/Abi Sarwanto) |
Barung pun menengarai aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan people power yang belakangan santer disampaikan oleh sejumlah tokoh politik. Jika benar, kata dia, hal itu bisa mengganggu situasi keamanan di Jawa Timur.
Di Jawa Timur, kata Barung sejumlah tokoh pun telah menolak adanya gerakan people power tersebut. Hal itu kata dia ditandai dengan deklarasi penolakan people power di Gereja Santa Maria Tak Bercela, oleh tokoh lintas agama.
"Sesuai dengan instruksi pimpinan kita bahwasanya kita sudah mengantisipasi aksi di tanggal 15 itu. Tadi para tokoh juga sudah menyampaikan deklarasi [menolak people power]," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (frd/arh)
Tersangka makar Eggi Sudjana ikut berdemo menolak kecurangan pemilu di Bawaslu. (
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung Mangera. (