Sandi Sebut Surat Wasiat Prabowo Berisi Arahan ke Depan

CNN Indonesia | Rabu, 15/05/2019 20:29 WIB
Sandi Sebut Surat Wasiat Prabowo Berisi Arahan ke Depan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia -- Calon presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengaku belum mau mengungkapkan isi surat wasiat yang ditulis calon presiden Prabowo Subianto secara rinci.

Sandi hanya menyebut, Prabowo telah mengumpulkan para ahli hukum, untuk diminta saran agar pihaknya bisa bertindak sesuai koridor hukum yang berlaku. Surat itu, menurut Sandi juga akan berisi arahan-arahan ke depan.

"Belum ada (bocoran). Kemarin para ahli hukum dikumpulkan, karena Pak Prabowo semua ingin tindakan kita di koridor hukum. Dalam jalur konstitusi," kata Sandi saat ditemui di Surabaya, Rabu (15/5).


Sandi hanya mengatakan, bahwa di dalam surat itu terdapat arahan dari Prabowo, kepada masyarakat Indonesia, untuk mengambil langkah-langkah ke depan. Itulah kenapa surat tersebut dinamakan surat wasiat.

"Karena surat yang mengandung wasiat dari Pak Prabowo Subianto untuk memberikan arahan untuk langkah-langkah ke depan," ujarnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta pun meminta awakmedia untuk bersabar jika ingin mengetahui isi surat tersebut. Ia mengatakan pada saatnya nanti hal itu akan diungkap ke publik.

"Jadi sabar saja teman-teman, nanti disampaikan," kata Sandi.

Sementara itu saat ditanya sikap Prabowo yang menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019, Sandi mengatakan, penolakan itu akan dilakukan jika ada kecurangan.

Prabowo, kata sandi hanya akan menolak hasil pemilu yang curang. Dia juga menyebut pihaknya sejauh ini juga masih berprasangka baik.

Untuk itu, Sandi pun berharap agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bisa bersikap netral. Ia meminta hasil yang dipaparkan nantinya pada Rabu (22/5) memang hasil suara rakyat.

"Kami berharap teman-teman di KPU dan Bawaslu betul-betul mempertimbangkan harapan masyarakat untuk pemilu jujur dan adil," kata Sandi.
Sandi mengaku, pihaknya masih belum memiliki rencana untuk mengajukan perselisihan hasil penghitungan pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kami belum sampai titik di sana. Kami belum mau berandai-andai. Kami juga menunggu masukan para ahli," tambah Sandi.

Prabowo berencana mengundang sejumlah ahli hukum ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta Selatan Selasa (14/5). Dia menyebut akan membuat surat wasiat.

"Saudara-saudara sekalian, setelah ini sore ini saya ke Kertanegara, akan saya kumpulkan ahli hukum. Saya akan buat surat wasiat saya," kata Prabowo.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)