Gerindra Sebut Tak Ada Gerakan People Power di NTB

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 12:21 WIB
Gerindra Sebut Tak Ada Gerakan People Power di NTB Logo Partai Gerindra. (Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Badan Pengawas dan Disiplin (BPD) Partai Gerindra Bambang Kristiono menyebut tidak ada gerakan atau pun instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra untuk melakukan gerakan people power, termasuk di Nusa Tenggara Barat, dalam menyikapi pengumuman hasil Pemilu pada 22 Mei 2019.

"People power mungkin itu di pusat, kalau di NTB aman-aman saja, baik-baik saja, landai-landai saja. Tidak ada gerakan people power," ujarnya didampingi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra NTB H Ridwan Hidayat dan Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB Ali Ali Ustman Ahim di Mataram, NTB, Kamis (16/5) dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan akan sangat sulit terjadi people power di NTB karena pihaknya menilai penyelenggara pemilu KPU, Bawaslu, termasuk TNI/Polri, sudah berusaha maksimal dan melaksanakan tugasnya dengan baik mengawal proses pemilu di provinsi itu.


"Saya harap semuanya baik karena kita ingin pemilu ini berjalan damai, kondusif dan konstitusional jauh dari praktek-praktek kecurangan," ujar dia.

Menurut HBK, sapaan Bambang Kristiono, hingga saat ini dirinya bersama pengurus DPD Gerindra NTB masih berkonsentrasi mengawal rekapitulasi suara dari daerah pemilihan (Dapil) NTB yang menjadi tanggungjawabnya.

"Lain dari pada itu sampai saat ini kami masih menunggu arahan dari DPP dan pimpinan di Jakarta," ucap calon anggota legislatif untuk DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) NTB itu.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra NTB H Ridwan Hidayat juga menambahkan tidak ada perintah dari DPP Gerindra untuk menggerakkan people power ke daerah termasuk NTB. Namun, kalau pun ada gerakan seperti itu di NTB, murni kesadaran masyarakat bukan karena ada dorongan maupun dikoordinir oleh Partai Gerindra.

"Jadi selama ini masyarakat itu bergerak sendiri, karena ada kesadaran dan kepedulian mereka karena sesuatu yang dirasakan tidak sesuai dengan harapan dan konstitusi yang ada," katanya.

Berdasarkan hasil Situng KPU dengan data masuk 84 persen, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang diusung oleh Gerindra, meraup suara mayoritas di NTB dengan raihan 67,89 persen suara.

[Gambas:Youtube] (Antara/arh)