Polri: Terduga Teroris JAD Diduga Manfaatkan Momen Pemilu

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 16:38 WIB
Polri: Terduga Teroris JAD Diduga Manfaatkan Momen Pemilu aropenmas Brigjen Dedi Prasetyo. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polri menyebut sembilan terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Jawa Tengah yang ditangkap pada Selasa (14/5) lalu, diduga ingin beraksi dengan memanfaatkan momentum Pemilu 2019. Mereka diduga merencanakan aksi teror dengan target salah satunya kepolisian.

"Diduga mereka juga memanfaatkan momentum pesta demokrasi ya, diduga, ada beberapa indikasi hal tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Kamis (16/5).

Namun, Iqbal tak menjelaskan secara rinci indikasi-indikasi yang dimaksud. Yang jelas, kata Iqbal, kelompok JAD Jawa Tengah itu salah satunya mengincar aparat kepolisian serta kantor kepolisian.


Iqbal menambahkan saat ini tim Densus 88 Antiteror masih terus mengejar sejumlah anggota kelompok JAD Jateng yang masih berkeliaran.

Ia menuturkan pengejaran itu terus dilakukan guna mengantisipasi terjadinya aksi teror selama proses Pemilu 2019 ini berlangsung.

"Untuk mengantisipasi terjadinya serangan-serangan teror pada momentum pesta demokrasi, momentum ramadan, momentum hari raya, sehingga seluruh masyarakat dapat melakukan aktivitasnya aman, damai," tuturnya.

Lebih lanjut Iqbal menyampaikan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka pemberantasan teroris di Indonesia.

Untuk langkah soft approach misalnya, Iqbal menyebut pihaknya terus bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Ada terus dengan upaya penangkapan, itu juga upaya pencegahan namanya preventive strike agar mereka tidak bisa melakukan aksinya," ucap Iqbal.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror menangkap sembilan orang terduga teroris di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Selasa (14/5).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan dari sembilan terduga teroris yang ditangkap, tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah.

"Yang menjadi catatan penting di antara sembilan pelaku teroris yang sudah berhasil diamankan oleh Densus 88, tujuh di antaranya pernah berangkat ke Suriah, dua belum pernah," tutur Dedi di Mabes Polri, Rabu (15/5).

[Gambas:Video CNN] (dis/osc)