Singgung soal Jokowi, Saksi Bahar Smith DItegur Hakim

CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 20:37 WIB
Singgung soal Jokowi, Saksi Bahar Smith DItegur Hakim Bahar bin Smith. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Majelis Hakim Edison Muhammad menegur Muhamad Mahdi, saksi yang meringankan kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja yang menjerat Bahar bin Smith. Keterangan Mahdi terpaksa disetop karena menyinggung kasus penghinaan Presiden Indonesia Joko Widodo yang juga sempat menjerat Bahar.

Sebelum ditegur hakim, Mahdi sedang menjelaskan tentang mediasi dengan dua korban, yakni CAJ (18) dan MKU (17). Ketika itu, Mahdi mengatakan, dia bertemu MKU di Rumah Sakit Polri Bogor dan sempat berbicara padanya.

"Saya mengobrol dari hati ke hati. 'Ente habib atau bukan itu urusan sama Allah, ane datang mewakili habaib dan Habib Bahar mau sampaikan kejadian apa pun, ditunggangi politik. Karena Habib Bahar ada kasus penghinaan Jokowi," kata Mahdi di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung pada Kamis (16/5).


Belum selesai berbicara, hakim Edison langsung menghentikan keterangan Mahdi dan menegur saksi.

"Saudara saksi, tolong fokus pada kasus ini saja. Jangan sampai melebar kemana-mana," kata Edison.

Hakim mengingatkan saksi bahwa keterangan yang diberikan harus sesuai konteks. Oleh karena itu Edison membatasi.

"Kalau saudara datang soal mediasi, kita dengarkan," ujarnya.

Mahdi kemudian menjawab. "Maksud saya menjelaskan secara keseluruhan," ujar Mahdi.

"Saya mengerti, tapi yang ada hubungannya dengan terdakwa ini saja. Banyak cerita yang bisa dijelaskan. Mengerti?" kata Edison.

"Mengerti yang mulia," jawab Mahdi.

Dalam kesaksiannya, Mahdi menyebutkan sempat bertemu dengan korban, CAJ dan MKU secara terpisah. Ia juga mengatakan kepada kedua korban, Bahar ingin melakukan audiensi dengan keluarga korban. Mahdi pun sempat memberikan nasihat kepada kedua korban.

Mahdi juga memberikan keterangan bahwa korban MKU sudah memaafkan Habib Bahar bin Smith. Namun tidak dengan orang tuanya, yang merasa sakit hati.

"Waktu itu MKU mengatakan tidak bisa mencabut laporan karena yang membuat laporan adalah orang tuanya. Kami sempat mencari orang tua AM, tapi Habib Bahar telanjur dibawa polisi," kata Hamid.

[Gambas:Video CNN] (hyg/ugo)


BACA JUGA