"Situasi di sana sekarang sudah kondusif sudah diamankan marinir. Tapi sudah banyak yang tertangkap, ada juga yang menyerahkan diri. Jadi sisa 53 orang lagi yang masih dicari," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Sumut, Jahari Sitepu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, Kapolres Langkat AKBP Dody Hermawan mengatakan pihaknya sudah melakukan penyisiran atau sweeping di berbagai lokasi yang kemungkinan jadi tujuan para narapidana yang kabur itu.
Napi di Lapas Langkat membakar sejumlah bagian bangunan lapas. (Dok. Dokumentasi Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM) |
Terpisah, Polrestabes Medan juga menggelar razia untuk memburu para napi yang kabur. Petugas berhasil menangkap kembali dua orang napi yang mencoba melarikan diri menggunakan angkutan umum.
"Keduanya kita amankan dari sebuah angkutan. Saat ditanya, awalnya mereka berdua belum mau mengaku, namun setelah kita interogasi baru mereka mengakui sebagai napi yang kabur," Kepala Satuan Sabhara Polrestabes Medan AKBP Sony Siregar di lokasi razia.
"Sejak sore tadi kita fokuskan razia di titik ini dengan melibatkan 60 personel dari Satuan Sabhara dan 20 personel dari Polsek Sunggal," ujarnya.
Seperti diberitakan, kerusuhan terjadi di Lapas Narkotika Kelas III Hinai, Langkat, Sumut, Kamis (16/5) siang. Ratusan narapidana dilaporkan melarikan diri.
Sejumlah motor ikut jadi korban kemarahan Lapas Narkotika di Kabupaten Langkat, Sumut. (Dok. Dokumentasi Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM) |
Kaca-kaca di lapas juga berpecahan. Begitu juga dengan rumah-rumah pegawai lapas yang ada di depan. Meski banyak yang tak melarikan diri, ratusan napi diperkirakan memilih kabur.
[Gambas:Video CNN] (fnr/arh)

