TKN dan BPN Sepakat Tak Libatkan Anak Jelang 22 Mei

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 23:53 WIB
TKN dan BPN Sepakat Tak Libatkan Anak Jelang 22 Mei Ketua KPAI Susanto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjalin kesepakatan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mencegah pelibatan anak dalam proses penyelesaian sengketa Pemilu 2019. Hal ini menyusul beredarnya foto anak yang disertai kalimat rela gugur pada 22 Mei 2019 di media sosial.

"Kedua pihak sepakat tidak memprovokasi, melakukan indoktrinasi, hasutan, dan menyebar kebencian pada anak-anak," ujar Ketua KPAI Susanto saat memberikan keterangan di kantor KPAI, Jakarta, Jumat (17/5).

Mereka juga menyepakati untuk mengedukasi proses demokrasi yang konstitusional dan mencegah pelibatan anak dalam demonstrasi dan kerumunan yang membahayakan anak.


"Kami juga mengimbau seluruh satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua untuk mencegah pelibatan anak dalam kegiatan politik termasuk sengketa hasil pemilu," katanya.

Kesepakatan ini ditandatangani langsung masing-masing perwakilan dari kedua kubu.

Sementara terkait beredarnya foto anak yang disertai kalimat rela gugur pada 22 Mei 2019 itu, Susanto mengatakan masih mencari tahu lokasi dan identitas anak tersebut.

"Kita masih mencari tahu sosok anak ini dan di mana lokasinya," ucapnya.

Foto itu sebelumnya viral di sejumlah akun media sosial. Dalam foto itu terlihat seorang anak berpakaian serba putih dengan tulisan rela gugur pada 22 Mei 2019.

Pada foto itu juga terdapat tulisan anak sebagai rakyat biasa yang akan membawa selembar baju gamis, sorban putih yang berartikan jasad yang kembali.

Susanto mengatakan telah bekerja sama dengan pihak siber Bareskrim Mabes Polri untuk mengusut kebenaran foto tersebut.

"Kita sudah kerja sama juga dengan cyber Bareskrim. Kita tunggu saja nanti hasilnya," katanya.

[Gambas:Video CNN] (psp/osc)