Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan JI di Gresik

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 18/05/2019 21:21 WIB
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan JI di Gresik Ilustrasi penangkapan teroris. (ANTARA FOTO/Jason Gultom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial AS di Perumahan Griya Suci Permai, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/5) pada pukul 04.45 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan AS dilakukan di depan musala perumahan tersebut.

"Tersangka pengembangan dari Hasil penangkapan Joko Supriyono (47), warga Semarang, Jawa Tengah, yang ditangkap di Kios Kacamata Depan Pasar Sayur Caruban, Madiun pada Selasa, 14 Mei 2019," ujarnya.


Pria berusia 43 tahun itu merupakan warga Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. AS bekerja sebagai wiraswasta lulusan strata satu.


Barung menambahkan, AS merupakan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2010.

AS, kata dia, juga baru dua bulan tinggal dan mengontrak rumah di Gresik serta pindahan dari wilayah Pekalongan, Jawa Tengah.

"Saat ini tim masih dalam proses penggeledahan rumah kontrakan yang bersangkutan," ucapnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror telah mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam perkara terorisme di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (14/5) malam.


Informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan di sebuah konter telepon seluler tepatnya di Desa Tanjung Tani, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk saat yang bersangkutan selesai membeli pulsa.

Tak itu saja, pada hari yang sama Tim Densus 88 Antiteror juga menangkap seorang terduga teroris berinisial JS di Pasar Sayur Caruban, Kabupaten Madiun.

[Gambas:Video CNN] (dis/pmg)