Polda Banten Pantau Mantan Napi Teroris Jelang Pengumuman KPU

CNN Indonesia | Minggu, 19/05/2019 10:03 WIB
Polda Banten Pantau Mantan Napi Teroris Jelang Pengumuman KPU Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Banten menyatakan memantau mantan narapidana teroris di wilayahnya jelang penetapan hasil pemilu, termasuk lebaran. Pemantauan sebagai upaya deradikalisasi Polda Banten.

"Kami tetap memantau karena bisa saja orang keluar, lalu bergabung dengan kelompok minoritas menjadi kekuatan sendiri. Apalagi, pengaruh globalisasi, banyak ajakan, dan ujaran mengarah amaliah," ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, dikutip Antara, Sabtu (18/5) malam.

Ia memperkirakan puluhan mantan narapidana teroris berada di Banten. Namun begitu, ia menyebut dari pemantauan, tidak terdeteksi potensi kegiatan yang mencurigakan.

Selain mantan narapidana teroris, Edy mengatakan secara umum Polda Banten melakukan pemantauan kepada pemudik, orang tidak mudik, orang berpotensi mengganggu kamtibmas.


Dalam mengantisipasi berkembangnya media sosial yang banyak dijangkau anak-anak muda, kepolisian setempat juga melakukan kegiatan-kegiatan kontra radikalisme di pesantren, serta sekolah di Banten.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengingatkan pemerintah daerah untuk memantau dan membina mantan narapidana teroris yang berada di daerahnya.

"Akses berkomunikasi berbaur dengan masyarakat itu harus diberikan ruang, tetapi harus dipantau, diikuti," tegas dia.

[Gambas:Video CNN]

Apalagi, ia melanjutkan tahun politik memerlukan kewaspadaan dari semua pihak. Tak terkecuali, untuk waspada terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terdapat sekitar 600 mantan narapidana teroris yang sudah selesai menjalani masa hukumannya. Selain itu, WNI yang kembali dari Suriah mencapai ratusan orang.


(Antara/bir)