"Kami tetap memantau karena bisa saja orang keluar, lalu bergabung dengan kelompok minoritas menjadi kekuatan sendiri. Apalagi, pengaruh globalisasi, banyak ajakan, dan ujaran mengarah amaliah," ujar Kabid Humas Polda Banten AKBP Edy Sumardi, dikutip Antara, Sabtu (18/5) malam.
Ia memperkirakan puluhan mantan narapidana teroris berada di Banten. Namun begitu, ia menyebut dari pemantauan, tidak terdeteksi potensi kegiatan yang mencurigakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam mengantisipasi berkembangnya media sosial yang banyak dijangkau anak-anak muda, kepolisian setempat juga melakukan kegiatan-kegiatan kontra radikalisme di pesantren, serta sekolah di Banten.
"Akses berkomunikasi berbaur dengan masyarakat itu harus diberikan ruang, tetapi harus dipantau, diikuti," tegas dia.
[Gambas:Video CNN]
Apalagi, ia melanjutkan tahun politik memerlukan kewaspadaan dari semua pihak. Tak terkecuali, untuk waspada terhadap ancaman terorisme yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terdapat sekitar 600 mantan narapidana teroris yang sudah selesai menjalani masa hukumannya. Selain itu, WNI yang kembali dari Suriah mencapai ratusan orang. (antara/bir)