Video Kejahatan Jalanan Viral Terkait Situasi Politik 22 Mei

CNN Indonesia | Jumat, 17/05/2019 21:55 WIB
Video Kejahatan Jalanan Viral Terkait Situasi Politik 22 Mei Ilustrasi. (Antara Foto/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan ini masyarakat diresahkan dengan peredaran video berkonten kejahatan jalanan seperti aksi begal, kelompok masyarakat yang membawa senjata tajam, perekrutan gengster, maupun perampokan.

Namun, peristiwa-peristiwa itu dibantah oleh pihak kepolisian. Polisi menyebut video yang beredar adalah peristiwa yang sudah lama terjadi dan telah ditangani oleh kepolisian.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mencontohkan sejumlah peristiwa kejahatan jalanan yang beredar di media sosial. Padahal peristiwa itu sudah terjadi dan ditangani kepolisian.


Salah satunya video viral yang menunjukkan sekelompok orang dengan senjata tajam menghabisi nyawa seseorang yang sedang lari untuk menghindar. Argo mengatakan peristiwa itu memang terjadi di Kwitang, Jakarta Pusat. Namun pelaku sudah ditangkap oleh polisi.


Selanjutnya, video viral yang diambil dari salah satu lahan parkir dan memperlihatkan perkelahian antarkelompok di jalan raya. Argo mengatakan peristiwa itu terjadi di Makassar pada Senin (13/5) malam. Perkelahian itu melibatkan penjaga parkir dengan pengemudi ojek online.

"Ini sempat viral setelah kami konfirmasi ke Makassar ini kejadian di Makassar dan sudah ditangani oleh Polsek Panakukang di Makassar," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (15/5).

Kemudian terdapat juga foto yang menunjukkan salah satu organ tubuh yang sudah putus. Argo menjelaskan peristiwa itu terjadi di Bekasi Utara pada 22 Februari 2019 dan sudah ditangani oleh Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Ada kasus lama ditampilkan kembali, ada broadcast-broadcast seperti di Jakut ada broadcast jangan sampai melintas malam-malam karena banyak begal dan sebagainya," tuturnya.


Argo memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta dalam keadaan kondusif. Bulan Mei ini, Argo mengklaim belum mendapatkan laporan terkait kejadian seperti yang marak di video-video viral tersebut.

"Saya sampaikan di sini bahwa Kamtibmas di Jakarta dalam kondisi kondusif, masyarakat jangan khawatir yang mau ke Jakarta dan beraktivitas. Jangan khawatir tidak ada kegiatan menakutkan," ucapnya.

Video Kejahatan Jalanan Viral Terkait Situasi Politik 22 MeiPolisi memeriksa mobil warga untuk mengantisipasi kejahatan jalanan. (Antara Foto/Bima)
Sementara itu pakar Kriminologi Muhammad Mustofa menilai penyebaran video kriminal jalanan yang viral belakangan dapat dikaitkan dengan pergolakan politik yang saat ini sedang terjadi, yaitu penantian hasil penghitungan pemilu pada 22 Mei.

"Yang jelas kalau itu video lama tapi disebarluaskan oleh akun-akun yang katakanlah bukan abal-abal ada desain untuk kemudian membuat resah masyarakat, tinggal ditelusuri dia lebih dekat ke figur mana," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (17/5).

Mustofa berpendapat video tersebut sengaja diviralkan untuk membuat masyarakat resah dan tidak percaya pada pemerintahan saat ini.

"Jadi sering kali itu dipakai, berita-berita (viral) barangkali benar, tapi sudah kadaluwarsa ditayangkan ulang seolah baru supaya masyarakat resah," tuturnya.


Mustofa menduga, salah satu yang disasar adalah orang-orang yang sedang berpuasa, karena menunjukkan seolah pemerintah tidak sanggup menangani masalah seperti kejahatan jalanan. Akibatnya akan timbul antipati masyarakat kepada pemerintah.

Mustofa mencontohkan persaingan antara Donald Trump dengan Hillary Clinton untuk menduduki jabatan Presiden AS kala itu diwarnai dengan maraknya kemunculan berita-berita hoaks yang menyerang Hillary. Hal tersebut menjadi modus di dalam persaingan politik.

Peristiwa itu juga terjadi pada Putin saat berkompetisi menjadi Presiden Rusia pun menggunakan strategi serupa.

Mustofa mengatakan harus selektif untuk melihat penyebaran berita soal kejahatan jalanan.

"Peristiwa yang konkret (benar terjadi saat ini) tidak terkait (kepentingan politik), tapi kalau berita lama dimuat lagi ada motivasi yang berbeda," tuturnya.


Sementara itu, Kriminolog Josias Simon mengatakan kesengajaan menyebarkan video kejahatan jalanan untuk membuat masyarakat antipati dengan pemerintah mungkin saja terjadi. Namun, menurut dia penyebaran video itu lebih untuk membuat keresahan masyarakat.

Dia menjelaskan kesengajaan itu bisa dilihat dari penyebaran video dengan narasi yang tidak dijelaskan sumber dan kapan peristiwa itu terjadi.

"(Mungkin saja) menduga ada yang sengaja untuk membuat keresahan suatu daerah atau wilayah yang tadinya tidak ada untuk dibuat resah. Kita harus lihat dulu jenis yang dibuat diviralkan, selama sumbernya jelas ada niat baik (untuk pencegahan), selama tidak jelas bisa saja," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Simon menegaskan peran pemerintah memang penting untuk menanggapi kejahatan jalanan ini. Namun, perhatian itu tidak saja mengarah pada penggunaan media sosial tetapi lebih ke situasi keamanan di masyarakat.

"Fungsi pemerintahnya bukan hanya menekan ke medianya, apa yang harus di-posting segala macam, jangan. Tapi pada upaya bagaimana masyarakat ikut berperan juga gitu, nah masyarakatnya mengaktifkan keluarga, masyarakat," tuturnya.

[Gambas:Video CNN] (gst/pmg)