LIPUTAN KHUSUS

FOTO: Rejosari, Desa di Tepi Tol Trans Jawa

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Selasa, 28/05/2019 14:32 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Desa Rejosari, Kendal, Jawa Tengah menagih janji ganti rugi lahan pada pemerintah. Sejak akhir 2018 hingga Mei 2019, proses ganti rugi belum jelas.

Salah satu rumah warga yang kini tidak memiliki akses jalan, akibat tol Trans Jawa. Pihak pengembang dianggap lalai untuk mengembalikan prasarana publik yang hilang akibat pembangunan tol. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Aminudin, warga Desa Rejosari menunjukan rumah orang tuanya yang terhalang tembok pembatas jalan tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang. Akses jalan ke rumah tersebut terhambat paska pelebaran area tol. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Warga Rejosari sudah setuju desa mereka harus terbelah pembangunan tol. Namun, ternyata banyak konsekuensi lain, yakni pelebaran ruas tol yang berdampak hilangnya prasarana publik. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Yusro (56), satu dari puluhan Kepala Keluarga di Desa Rejosari yang nasib pembayaran ganti rugi tahap dua terkatung-katung. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Usaha ternak sapi yang dimiliki warga kini tak lagi bisa dijadikan pencaharian seperti dulu, akibat lahan yang menyusut setelah tergusur pembebasan tanah tol tahap ll. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Mayoritas warga sebagai petani mengeluhkan sulitnya membawa hasil panen akibat akses jalan yang semakin jauh paska pembangunan jalan tol. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Seorang warga Desa Rejosari menunjukan surat nilai ganti rugi tanah dari notaris yang seharusnya dibayar untuk pembebasan lahan tol trans Jawa tahap ll atas sawah miliknya. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).
Wajah baru Desa Rejosari. Usai tol Trans Jawa diresmikan, muncul pemukiman baru bagi warga yang tergusur tol. Mereka membangun rumah baru setelah mendapatkan ganti rugi pada pembebasan tahap l. (CNNINdonesia/Adhi Wicaksono).