Polda Metro Terima Enam Surat Pemberitahuan Aksi 22 Mei

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 18:23 WIB
Polda Metro Terima Enam Surat Pemberitahuan Aksi 22 Mei Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati).
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya menyebut sejauh ini pihaknya telah menerima enam surat pemberitahuan aksi yang bakal diselenggarakan pada 22 Mei bertepatan dengan penetapan hasil penghitungan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Enam aksi itu digelar oleh sejumlah kelompok dan elemen masyarakat.

"(Surat pemberitahuan) ada enam, ada aliansi, ada aktivis 98," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5).

Argo menuturkan dari enam surat pemberitahuan itu, perkiraan jumlah massa yang akan hadir sebanyak 1.500 orang. Namun jumlah massa tersebut masih bisa bertambah.


Argo menyampaikan aparat kepolisian bakal mengamankan aksi tersebut. Ia pun mengimbau agar aksi itu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Namanya menyampaikan di muka umum sesuai undang-undang boleh, tapi tidak absolut, ada rambu-rambu yang mengatur," tuturnya.

Argo menuturkan aturan itu misalnya aksi tidak boleh mengganggu ketertiban umum, aksi hanya berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

"Kalau ada unjuk rasa mengakibatkan luka-luka, bisa dikenakan UU KUHP. Ini semuanya ada (aturan), jadi tidak absolut," ujar Argo.

Argo menjelaskan selain KPU dan Bawaslu, ada sejumlah lokasi yang juga menjadi fokus pengamanan oleh aparat. Antara lain gedung DPR/MPR, Istana Negara, stasiun, terminal, pasar, hingga pusat belanja.

"Semuanya kita lakukan pengamanan di sana, pengamanan itu juga selain kegiatan, ada lokasi, ada orangnya," kata Argo.

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan, Polri bersama TNI menerjunkan 34 ribu personel untuk melakukan pengamanan pada 22 Mei mendatang. Pasukan pengamanan nantinya tidak akan membawa senjata.

"Polisi dan TNI yang berjaga di KPU tidak dibekali senjata api, atau peluru tajam. Mereka hanya dibekali tameng, gas air mata maupun water cannon," ujarnya.

Kepolisian diketahui meningkatkan pengamanan situasi jelang 22 Mei. Selain agenda penetapan hasil rekapitulasi oleh KPU, diketahui pada tanggal tersebut juga digelar aksi massa Gerakan Kedaulatan Rakyat yang akan protes terhadap sejumlah dugaan kecurangan pemilu.

[Gambas:Video CNN] (dis/osc)