PDIP Yakin Penetapan Hasil Pemilu pada 22 Mei Berjalan Aman

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 20:48 WIB
PDIP Yakin Penetapan Hasil Pemilu pada 22 Mei Berjalan Aman Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta semua pihak tidak takut dengan aksi-aksi menolak hasil Pemilu 2019 yang akan dilakukan saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional pada 22 Mei. Sebab, ia menegaskan gerakan tersebut tidak akan mampu mengubah keputusan rakyat yang dilakukan pada 17 April 2019 lalu.

PDIP sendiri merasa yakin hari pengumuman rekapitulasi Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei akan berlangsung aman. Meski akan ada sejumlah aksi menolak hasil pemilu di kantor KPU pada hari itu.

"PDIP memastikan dengan dukungan rakyat puncak rekapitulasi yang dilakukan KPU pada 22 Mei akan aman. Persoalan yang menghasut rakyat, itu bagian dari dinamika politik seperti pilkada," ujar Hasto dalam acara 'Mimbar Kebangsaan Dalam Rangka Kebangkitan Nasional' di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (20/5).


Sekretaris TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini juga menyakini gerakan pada 22 Mei itu akan gagal karena ditopang oleh kekuatan masa lalu dengan sumber dana hasil korupsi. Hasto tak menyebut siapa di balik kekuatan tersebut.

Namun dia menyebut politikus Partai Berkarya Titiek Soeharto yang kini menjadi bagian dari BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Jadi persoalan kampanye Mba Titiek Soeharto ya itu cukup Pak Budiman (Sudjatmiko) yang menanggapi. Saya ikut merasakan dahulu bagaimana kekuatan yang otoriter itu betul-betul dipakai untuk melakukan penjajahan atas rakyat dan bangsa Indonesia sendiri," ujarnya.

Hasto menambahkan, kejadian-kejadian di masa lalu yang tercatat dalam sejarah sudah menjadi bukti kematangan demokrasi Indonesia.

Karena itu dia menyebut pemilu yang berlangsung lima tahun sekali ini merupakan tolak ukur dalam menilai kualitas demokrasi bangsa. Pemilu 2019 yang dihelat serentak, kata Hasto, merupakan pemilu paling rumit di dunia, namun bisa berjalan aman dan penuh kegembiraan.

Namun ia menyesalkan masih ada pihak yang menolak hasil pemilu dan berusaha mempengaruhi rakyat bahwa telah terjadi kecurangan dalam pemilu.

"Tetapi ada pihak-pihak yang mencoba mengingkari gerakan rakyat yang dengan sadar ke TPS sebagai pemegang kedaulatan sejati," ujarnya.

Lebih jauh Hasto menilai pihak yang menolak hasil pemilu dengan gerakan menghasut masyarakat merupakan pihak yang tidak mempercayai kekuatan rakyat dan demokrasi.

Hasto menyebut PDIP tidak khawatir dengan gerakan menolak hasil pemilu. Sebab, ia mengklaim mereka yang mengganggu hasil pemilu akan berhadapan dengan kekuatan rakyat.

"Mereka yang mencoba menghasut rakyat tidak memahami terhadap intisari dari kekuatan rakyat itu sendiri," ujar Hasto.

[Gambas:Video CNN] (jps/osc)