Dipanggil Mangkir, Amien Rais Pilih Besuk Eggi Bareng Prabowo

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 22:15 WIB
Dipanggil Mangkir, Amien Rais Pilih Besuk Eggi Bareng Prabowo Amien Rais di Polda Metro Jaya, Senin (20/5). (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kedapatan muncul dalam rombongan Prabowo Subianto ke Polda Metro Jaya, Senin (20/5) malam. Padahal, di hari yang sama Amien Rais mangkir dari panggilan penyidik terkait dugaan makar yang menjerat Eggi Sudjana.

Kedatangan Prabowo pun diketahui untuk menjenguk Eggi Sudjana dan Lieus Sungkharisma yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar.

Amien sebelumnya dijadwalkan diperiksa sebagai kasus dugaan makar dengan tersangka Eggi Sudjana oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Namun, Amien tak hadir memenuhi panggilan tersebut. Anggota Dewan Kehormatan PAN, Dradjad Wibowo menyebut Amien punya agenda lain.


Ketika dikonfirmasi saat menjenguk Eggi, Amien berdalih bahwa dirinya sedang memiliki kesibukan sehingga tidak bisa hadir dalam pemeriksaan.


"Saya sibuk," kata Amien di Mapolda Metro Jaya, Senin (20/5).

Meski begitu, Amien menyebut dirinya bakal hadir memenuhi panggilan penyidik pada pemanggilan kedua nanti. "Besok kedua saya datang," ujarnya.

Polisi telah menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan makar dan telah resmi ditahan sejak Selasa (14/5) pukul 23.00 WIB.


Dipanggil Mangkir, Amien Rais Pilih Besuk Eggi Bareng PrabowoEggi Sudjana. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Meski demikian, Eggi menolak untuk ditahan karena sejumlah alasan seperti alasan penahanan yang dinilai janggal, profesinya sebagai pengacara dan sejumlah saksi yang belum diperiksa.

Penahanan terhadap Eggi berdasarkan pada Surat Perintah Penahanan Nomor: SP.HAN/587/V/2019/Ditreskrimum tanggal 14 Mei 2019.

Dalam kasus tersebut, penyidik juga telah memanggil sejumlah pihak untuk diperiksa sebagai saksi. Antara lain, Kivlan Zen, Bachtiar Nasir, Amien Rais, serta Permadi.

Namun, dari empat orang tersebut, baru Kivlan Zen dan Permadi saja yang memenuhi panggilan penyidik.

(dis/ain)