Aparat Tutup Jalan Imam Bonjol, Panser Marinir Berseliweran

CNN Indonesia | Senin, 20/05/2019 23:53 WIB
Aparat Tutup Jalan Imam Bonjol, Panser Marinir Berseliweran Jalan Imam Bonjol yang melintasi Gedung KPU ditutup menjelang pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi menutup total Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Kawat berduri dan pagar beton menyegel sempurna kedua ujung jalan tempat Komisi Pemilihan Umum (KPU) berada.

Sterilisasi Jalan Imam Bonjol dimulai sejak 19.30 WIB. Anggota polisi dan Brimob terpantau berjaga di ujung kedua jalan tersebut serta di depan kantor KPU.
Dengan penutupan Jalan Imam Bonjol ini, tak satu pun kendaraan bermotor yang dapat mengakses jalan itu selain kendaraan aparat keamanan. Satu-satunya cara melintasi Imam Bonjol dengan memutarinya lewat Jalan Panarukan atau Jalan Dr. Kusuma Atmaja dengan berjalan kaki.

Di ruas Jalan Imam Bonjol sendiri dipenuhi oleh kendaraan milik anggota Polri dan TNI yang bertugas. Belasan kendaraan taktis macam mobil pengurai massa, panser, mobil meriam air, tampak berderet di sepanjang Imam Bonjol.


Satu iring-iringan panser milik Marinir TNI AL terlihat melintas di dekat KPU. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono secara bergantian sempat memantau persiapan pengamanan di KPU. Mereka berdua hanya singgah sesaat tanpa berkomentar apa pun.

KPU masih menggelar rekapitulasi suara Pemilu 2019 hingga saat ini. Sudah 32 provinsi yang selesai direkapitulasi. Saat ini tinggal perolehan suara di Papua yang masih dibahas di dalam rapat.
Ketua KPU Arief Budiman sebelumnya membuka peluang rekapitulasi suara dan penetapan hasil Pemilu 2019 akan jatuh pada malam ini.

"Tidak harus tanggal 22 Mei, tapi sampai dengan hari ini kan kita masih mendesain hingga tanggal 22 Mei karena belum bisa pastikan perkembangan rekapitulasi nanti seperti apa, kemudian kita menetapkannya selesai jam berapa," kata Arief kepada wartawan di Kantor KPU, Jakarta.

"Kalau hari ini yang diumumkan itu hasil perolehan suaranya yang ditetapkan. Setelah hasil perolehan suara, kita tunggu dalam tiga hari ke depan setelah ditetapkan apakah ada sengketa di MK atau tidak. Kalau tidak ada baru kemudian ditetapkan calon terpilih siapa," tutur dia.

[Gambas:Video CNN] (bin/ayp)