Belasan Mobil Angkut Massa 22 Mei dari Madura Diadang Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 06:41 WIB
Belasan Mobil Angkut Massa 22 Mei dari Madura Diadang Polisi Polisi mengadang sejumlah kendaraan pengangkut massa 22 Mei. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian kembali mengadang sejumlah kendaraan pengangkut massa 22 Mei, dari wilayah Madura yang melintasi Jembatan Suramadu. Ada belasan kendaraan yang tertahan dan tak dapat melanjutkan perjalanan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, AKBP Antonius Agus Rahmanto, mengatakan belasan kendaraan tersebut diadang saat di Exit Tol Suramadu, Senin (21/5) pukul 22.00 WIB malam.

"Ada dua bus besar, delapan mobil Elf, delapan mobil Avanza Xenia dan mobil lainnya tadi ada rangkaian panjang," kata dia.


Polisi sempat meminta data pimpinan rombongan. Sejumlah massa mengakui hendak menuju Jakarta untuk hadir dalam aksi 22 Mei.
Pimpinan rombongan dan pihak kepolisian sempat terlibat diskusi beberapa saat. Hasilnya massa pun bersepakat membatalkan perjalananya dan kembali ke Madura.

"Kami meminggirkan memang, dan ada korlap (koordinator lapangan)-nya berhenti, kita diskusi dan akhirnya kita (minta) putar balik lagi ke arah Madura," ujarnya.
Polisi Adang Kendaraan Pengangkut Massa 22 Mei dari MaduraPolisi mengadang kendaraan di Jembatan Suramadu. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Kendati demikian, Agus enggan menyebutkan secara pasti jumlah massa tersebut. Ia mengaku hanya melakukan upaya persuasif kepada massa, dan meminta mereka kembali ke daerah masing-masing.

"Tadi memang tidak sampai menurunkan (massa), kalau sampai turun repot. Pada prinsipnya ketika sampai jembatan Suramadu langsung kita arahkan untuk kembali," ujarnya.
Lebih lanjut, saat ditanya soal beredarnya surat yang mengatasnamakan peserta Aksi 22 Mei dari Madura yang hendak memblokir Jembatan Suramadu, Agus enggan berkomentar.

Pantauan CNNIndonesia.com Selasa (21/5) dini hari, di lokasi, akses di sepanjang Jembatan Suramadu, nampak normal seperti biasa. Tak ada penumpukan jumlah kendaraan, apalagi sampai pemblokiran.
[Gambas:Video CNN] (frd/ugo)