Jokowi Menang Pilpres, KPK Beri Saran untuk Kabinet Baru

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 03:15 WIB
Jokowi Menang Pilpres, KPK Beri Saran untuk Kabinet Baru Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons hasil rekapitulasi penghitungan suara Pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang menunjukkan kemenangan paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin. KPK pun memberi saran kepada Jokowi-Ma'ruf terkait kabinet baru pemerintahan untuk lima tahun ke depan.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyarankan agar Jokowi-Ma'ruf nantinya dapat memilih orang-orang yang berintegritas untuk mengisi jabatan menteri dan kepala lembaga negara pada kabinet yang baru.

Kata Saut, Jokowi dan Ma'ruf sebagai kepala pemerintahan harus menekankan kepada para menterinya kebijakan zero tolerance (nol toleran) terhadap pelanggaran yang dilakukan menterinya. Zero tolerance di sini maksudnya aturan yang ketat bahwa setiap pelanggaran punya sanksi hukum yang berat.


"Pertama memang harus zero tolerance. Dengan zero tolerance kita di situ tegas bahwa sekecil apapun pelanggaran itu harus ada sanksinya," jelasnya di gedung Merah Putih KPK,Jakarta, Selasa (21/5).

Dengan menekan pelanggaran menurutnya, pemerintah bisa fokus pada strategi nasional yang berdasarkan pada tiga prioritas, yakni pendapatan negara, perizinan, dan penegakan hukum.

Selain itu, Saut juga mendukung dibentuknya zaken kabinet atau jajaran menteri yang menterinya berasal dari ahli atau kaum profesional, bukan dari partai politik. Harapannya adalah menteri-menteri yang berintegritas sehingga tak tersandung kasus hukum ke depannya.

"Tapi integritas saja tidak cukup juga karena kita sehari-hari berhadapan dengan variabel-variabel yang sulit, ekonomi, kerusakan lingkungan, perizinan penegakan hukum," jelas dia.

KPU sebelumnya telah mengumumkan rekapitulasi akhir penghitungan suara Pilpres 2019. Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf memperoleh 85.607.362 suara atau setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.

Sementara Prabowo-Sandi mendapat 68.650.239 suara. Dengan kata lain, paslon 02 itu meraih 44,50 persen dari total suara sah.

Jika tak ada gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), KPU akan menetapkan hasil ini sekaligus menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih paling lambat Jumat 24 Mei.

[Gambas:Video CNN] (ani/osc)