Komnas HAM Dalami Unsur Pelanggaran di Kerusuhan Tanah Abang

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 16:33 WIB
Komnas HAM Dalami Unsur Pelanggaran di Kerusuhan Tanah Abang Kericuhan di Tanah Abang, Rabu (22/5). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Nasional Hal Asasi Manusia (Komnas HAM) mendalami kemungkinan pelanggaran hak asasi dalam bentrokan yang terjadi di sekitar Tanah Abang, Jalan Thamrin dan Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (21/5) malam.

Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik menyebut pendalaman dilakukan dengan meminta keterangan sejumlah korban yang dirawat pascainsiden tersebut.

"Kami masih dalami. Selain meminta keterangan korban, kami juga meminta keterangan petugas kesehatan yang menangani mereka," kata Taufan seusai menjenguk korban bentrok di Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta, Rabu (22/5).


Taufan mengatakan Komnas HAM akan mendatangi rumah-rumah sakit tempat korban bentrok dirawat. Setelah dari RSUD Tarakan, dia juga akan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mencari informasi.


Komnas HAM Dalami Unsur Pelanggarah Hak Asasi di Tanah AbangAhmad Taufan Damanik. (CNN Indonesia/Safir Makki)

Taufan menyayangkan aksi penyampaian pendapat yang dilakukan pada 21 Mei berakhir dengan bentrok antara aparat keamanan dengan massa. Menurut dia, hal itu tidak perlu terjadi bila seluruh pihak bisa menahan diri.

"Kami menyayangkan seluruh pihak yang terlibat, baik massa maupun aparat keamanan. Massa aksi dengan aparat keamanan seharusnya bisa bekerja sama," tuturnya.

Ketika ditanya apakah sudah ada dugaan terjadi pelanggaran hak asasi dalam kejadian itu, Taufan mengatakan belum bisa dipastikan karena kejadian tersebut harus dilihat secara keseluruhan.


"Kami akan meminta keterangan dari korban, juga dengan para pimpinan aparat keamanan kita," ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dipasang pengelola RSUD Tarakan, terdapat 140 pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut. Seluruhnya laki-laki dengan usia beragam. Yang termuda berusia 15 tahun.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, korban meninggal akibat kerusuhan berjumlah enam orang. Keenam korban meninggal berada di Rumah Sakit Tarakan Jakarta Pusat (1 orang), RS Pelni Jakarta Barat (2 orang), kemudian RS Budi Kemuliaan Jakarta Pusat (1 orang), RS AL Mintohardjo (1 orang), dan RS Cipto Mangunkusumo (1 orang).

(Antara/ain)