Fadli Zon Bantah Perusuh Demo Bawaslu Pendukung Prabowo

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 19:34 WIB
Fadli Zon Bantah Perusuh Demo Bawaslu Pendukung Prabowo Anggota Dewan Pengarah BPN, Fadli Zon. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon menyebut massa aksi yang menggelar demonstrasi di depan Gedung Bawaslu sejak Selasa (21/5) dan menyebabkan kericuhan bukanlah pendukung Prabowo-Sandi.

Menurut Fadli, pihak yang merusuh pada demo itu adalah masyarakat umum namun tetap memiliki hak demokrasi.

"Saya kira itu masyarakat umum yang mempunyai hak untuk lakukan demonstrasi. Tidak ada label-label itu lagi," kata Fadli di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (22/5).


Meski membuat kericuhan, massa aksi yang berdemo itu menurut Fadli adalah masyarakat yang peduli dengan ketidakadilan. Meski begitu dia menolak jika massa ini disebut sebagai pendukung capres tertentu.


"Ini masyarakat yang concern, yang peduli dengan ketidakadilan. Jadi itu bagian dari masyarakat yang merasa terpanggil ya," kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan pemerintah telah mengantongi dalang pelaku kerusuhan. Menurut dia, dalang tersebut diketahui usai aparat melakukan investigasi.

"Kami sebenarnya dari hasil-hasil investigasi saat ini sudah mengetahui dalang aksi tersebut," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5).


Wiranto enggan menyebut siapa dalang di balik kericuhan tersebut. Bahkan ia menolak berkomentar soal adanya mobil ambulans dengan logo parpol berisi batu dan alat pemukul yang diamankan oleh kepolisian saat kerusuhan terjadi.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pemerintah tak akan membiarkan para pelaku kerusuhan dan pengganggu keamanan serta demokrasi di Indonesia.

Tidak memberikan toleransi kepada siapapun juga yang akan mengganggu keamanan yang akan mengganggu proses-proses demokrasi dan mengganggu persatuan negara yang amat kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh. Kita tidak akan memberikan ruang yang perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita," ujar Jokowi saat memberikan pernyataan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (22/5).

(tst/ain)