BREAKING NEWS

Ricuh di Depan Bawaslu, Massa Bentang Merah Putih di Sarinah

CNN Indonesia | Rabu, 22/05/2019 19:43 WIB
Ricuh di Depan Bawaslu, Massa Bentang Merah Putih di Sarinah Di saat rusuh, ada kelompok massa 22 Mei membentang bendera Merah Putih raksasa hingga menutupi restoran cepat saji di Sarinah yang berada di seberang Bawaslu (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di saat kerusuhan tengah terjadi kembali di depan Gedung Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, ada peserta aksi 22 Mei 2019 yang membentangkan bendera Merah Putih raksasa di pusat perbelanjaan Sarinah. Mal tertua di Indonesia itu berada tepat di seberang gedung Bawaslu RI.

Pantauan CNNIndonesia.com, Rabu (22/5) massa di Sarinah, tepatnya di restoran cepat saji asal Amerika Serikat yang berada di pusat perbelanjaan itu langsung membentangkan bendera.


Massa pembentang bendera itu berada di balkon lantai dua gedung Sarinah. Bendera Merah Putih itu terbentang hingga menutupi restoran cepat saji itu hingga lantai dasar.


Tak hanya itu, massa juga berteriak-teriak berirama meneriakkan seruan agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya.

'Turun, turun, turun, Jokowi, turun Jokowi sekarang juga,' demikian teriakan berulang kali massa.

Kericuhan kembali terjadi di depan Bawaslu RI setelah massa pengunjuk rasa dan polisi sempat berbuka puasa bersama dan salat magrib berjemaah.

Kericuhan itu terjadi sejak pukul 18.20 WIB. Awalnya dari atas mobil komando orator menyatakan aksi telah selesai dan mengajak pulang massa aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu. Namun, saat akan pulang ada sejumlah orang dari massa aksi dari arah Jalan Wahid Hasyim yang melakukan pelemparan ke polisi.

Dari arah mobil komando, orator berulang kali meminta agar massa menghentikan provokasi dan tak melempar-lempar polisi. Namun perintah itu diabaikan. 

"Jangan lempar-lemparan ayo pulang," teriak pemimpin pengunjuk rasa menggunakan pengeras suara dari atas mobil.

Polisi mencoba mengingatkan lewat pengeras suara agar tak memancing emosi aparat dan meminta mereka untuk tenang dan tertib membubarkan diri.

Saat berita ini ditulis, situasi kondusif kembali. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan meminta massa agar tenang kembali dan membubarkan diri dengan tenang. Harry pun menyatakan telah sepakat dengan komando aksi massa 22 Mei untuk bubar tertib agar tak jatuh korban.

(dis/kid)