Secuil Canda Aparat Di Sela Lelah Menjaga Kerusuhan 22 Mei

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 03:41 WIB
Secuil Canda Aparat Di Sela Lelah Menjaga Kerusuhan 22 Mei Ilustrasi petugas kepolisian yang sedang berjaga menghadapi aksi di Bawaslu. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kericuhan mereda di sekitar Jalan Wahid Hasyim arah Gondangdia dan Tanah Abang saat memasuki waktu sahur. Tidak terdengar lagi suara petasan dan gas air mata dalam bentrokan yang meletup sejak pukul 03.00 WIB.

Pantauan CNNIndonesia.com, Kamis (23/5), ratusan aparat kepolisian yang berjaga di sekitar Kantor Bawaslu istirahat. Mereka menyantap makanan sahur yang diberikan dalam boks putih.
Sebagian lainnya masih tidur. Mereka tidak lagi dalam posisi siaga

Banyak juga dari mereka yang tengah bercengkerama. Sesekali tawa mereka terdengar di sela-sela suasana letih.


Sementara itu, polisi yang berjaga di garis depan juga tengah duduk tanpa meninggalkan posisinya. Mereka menunggu santapan sahur.

"Puasa Mas. Makanya butuh sahur," ucap salah seorang petugas seraya terkekeh.
Sementara itu, massa di perempatan Wahid Hasyim dan Agus Salim masih terus bertahan. Lontaran provokasi terus meluncur dari massa yang mayoritas masih remaja.

"Udah beli baju lebaran belom? Dasar polisi enggak guna!" teriak massa.

Kengototan massa berhadap-hadapan dengan polisi ini terus berlangsung hingga pukul 03.20. Belum ada tanda-tanda mereka akan menarik diri dari lokasi.

[Gambas:Video CNN]

Keberadaan sejumlah personel Marinir setidaknya sedikit meredam provokasi tersebut. Mereka beberapa kali mencegah aksi nekat massa yang hendak menyerang aparat yang bersiaga di jarak kurang dari 50 meter. (bmw/ayp)