Saroh mengaku sudah hilang kontak dengan anaknya sejak kemarin dan hingga kini masih belum mendapatkan kabar tentang keberadaan puteranya itu.
"Kan dari kemarin belum pulang, takutnya dia ngikut (aksi 22 Mei), kan kita enggak tahu, gitu," kata Saroh saat ditemui di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Kamis (23/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepada Saroh, putranya juga mengaku tak akan mengikuti aksi.
Sementara itu, kakak Dian, Muhidin menuturkan bahwa adiknya itu sempat mampir ke rumah saudaranya untuk meminjam helm.
Selain itu, dikatakan Muhidin, dirinya mendapat informasi bahwa adiknya sempat mengirim pesan lewat WhatsApp kepada temannya dan mengatakan sedang berada di Petamburan.
"Infonya sih WhatsApp-an sama temannya posisi lagi di lokasi, di Petamburan," ucap Muhidin.
Muhidin juga menyampaikan dari informasi yang diperolehnya, Dian pergi bersama temannya. Saat ini, sambung Muhidin, teman dari Dian tersebut juga masih belum bisa dihubungi.
"Temennya juga udah enggak bisa dihubungi, orang tuanya lagi mencari juga," tuturnya.
Lebih lanjut, Saroh dan Muhidin menyebut bakal terus mencari keberadaan Dian. Sebab dari daftar nama korban di RSUD Tarakan, nama Dian tidak tercantum di dalamnya.
[Gambas:Video CNN] (dis/dal)