Bahar Smith Akhirnya Menyesal Telah Aniaya Dua Remaja

CNN Indonesia | Kamis, 23/05/2019 16:57 WIB
Bahar Smith Akhirnya Menyesal Telah Aniaya Dua Remaja Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKU (17), Bahar bin Smith. (CNN Indonesia/Huyogo)
Bandung, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap dua remaja CAJ (18) dan MKU (17), Bahar bin Smith, mengakui perbuatannya.

Pengakuan Bahar tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Kamis (23/5).


Di hadapan majelis hakim, Bahar pun mengaku menyesal telah menganiaya dua remaja yang mengaku-aku sebagai dirinya tersebut.


Bahar diperiksa sebagai terdakwa dalam agenda persidangan tersebut.

"Apakah yang dilakukan oleh saudara benar atau tidak," tanya Ketua majelis hakim PN Bandung, Edison Muhammad, kepada Bahar.

Bahar menjawab, apa yang dilakukannya secara hukum positif adalah salah.

"Kalau menurut hukum positif tidak benar. Sebagai warga negara yang baik, perbuatan saya tidak benar," jawab Bahar.

Hakim lantas bertanya apa kesalahan yang dilakukan pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor itu kepada dua korban.

"Pemukulan dan penganiayaan yang mulia," jawabnya lagi.


Sebelum menganiaya CAJ dan MKU, Bahar mendapatkan informasi dari kerabat dekatnya ada orang yang mengaku-aku dirinya akan menghadiri sebuah acara di Bali pada 29 November 2018.

"Kenapa saudara tidak melapor terlebih dahulu? Kita kan negara hukum kenapa tidak melapor?" ucap hakim.

"Mohon maaf yang mulia, saya jelaskan saja di sini. Beberapa kali kami melapor kepada penegak hukum soal ada orang yang mengaku habib, tapi tidak pernah ditindaklanjuti. Tapi kalau kami terlapor, begitu cepat reaksinya. Sudah hilang kepercayaan kami," kata Bahar.

Hakim lantas mempertegas pertanyaannya kepada Bahar.

"Apakah saudara menyesali perbuatan," kata hakim.

"Wallahualam. Allah yang Maha Tahu. Kalau saya bilang menyesal tapi hati tidak dan sebaliknya...," jawab Bahar.

Hakim lantas memberi kesempatan Bahar untuk konsisten menjawab pertanyaan.

"Ini penting dalam putusan. Saya berikan kesempatan, apakah menyesal?" tanya hakim kembali dengan pertanyaan yang sama.

"Atas penganiayaan dan pemukulan iya saya menyesal yang mulia," jawab Bahar.

[Gambas:Video CNN] (hyg/kid)